CIRes-LPPSP FISIP UI Gelar Diskusi Bahas Perkembangan Konflik Israel-AS-Iran
Sabtu, 12 Juli 2025 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
Iran dianggap musuh utama karena keberaniannya melawan Israel, hingga AS melakukan intervensi lewat serangan ke situs nuklir. Ia menyebut pendekatan AS sebagai bentuk imperialisme baru dan mengingatkan, “Saya khawatir Indonesia bisa menjadi seperti Irak jika terus menjunjung tinggi AS tanpa kritis,” tegas Suzie.
Pemaparan kedua oleh Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran sekaligus Pengamat Timur Tengah, Dina Sulaeman, mengkaji pembahasan dari sudut pandang Iran.
“Bagi rakyat Iran, syahid adalah kehormatan yang justru membangkitkan semangat juang,” jelasnya.
Dina menjelaskan bahwa setelah serangan 13 Juni yang menewaskan tokoh militer utama, Iran tidak menyembunyikan korban, melainkan mempublikasikannya untuk memobilisasi dukungan rakyat. Menurutnya, meski secara taktis Israel unggul, secara strategis Iran bangkit cepat karena kekuatannya berakar pada peradaban yang tahan banting.
Sementara itu, Broto Wardoyo, Ketua Departemen Hubungan Internasional UI, menegaskan bahwa dalam setiap perang, kemanusiaanlah yang paling dirugikan.
“Israel boleh mengklaim menang, begitu pula AS dan Iran, tapi pada dasarnya, kemanusiaan itu yang kalah,” ujarnya.
Pemaparan kedua oleh Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran sekaligus Pengamat Timur Tengah, Dina Sulaeman, mengkaji pembahasan dari sudut pandang Iran.
“Bagi rakyat Iran, syahid adalah kehormatan yang justru membangkitkan semangat juang,” jelasnya.
Dina menjelaskan bahwa setelah serangan 13 Juni yang menewaskan tokoh militer utama, Iran tidak menyembunyikan korban, melainkan mempublikasikannya untuk memobilisasi dukungan rakyat. Menurutnya, meski secara taktis Israel unggul, secara strategis Iran bangkit cepat karena kekuatannya berakar pada peradaban yang tahan banting.
Sementara itu, Broto Wardoyo, Ketua Departemen Hubungan Internasional UI, menegaskan bahwa dalam setiap perang, kemanusiaanlah yang paling dirugikan.
“Israel boleh mengklaim menang, begitu pula AS dan Iran, tapi pada dasarnya, kemanusiaan itu yang kalah,” ujarnya.
Lihat Juga :