UPH Tuan Rumah Young Chef Competition 2025, Tumbuhkan Talenta Kuliner Muda
Senin, 14 Juli 2025 - 19:30 WIB
loading...
24 finalis berkompetisi di grand final Elle & Vire Professionnel® Young Chef Competition 2025 di Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang. Foto/Istimewa.
A
A
A
TANGERANG - 24 finalis berkompetisi di grand final Elle & Vire Professionnel® Young Chef Competition 2025 di Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang. Kompetisi yang memasuki tahun ketiga itu berhasil menghimpun lebih dari 250 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Chef Michelin Jean Baptiste Lavergne Morazzani, salah satu dewan juri yang diakui secara global menyebut kompetisi ini sebagai mercusuar yang menampilkan potensi luar biasa dari talenta kuliner Indonesia yang sedang tumbuh.
Menurut Michelin kompetisi ini menginspirasi dan mendorong setiap peserta untuk menekuni profesi Chef dengan penuh semangat, menghadapi tantangan, dan berupaya mencapai keunggulan dalam dunia gastronomi yang menuntut ketekunan namun mengasyikkan.
Baca juga: Anak Penjual Soto Lolos FEB UGM dan Kuliah Gratis, Ini Kisah Anyndha yang Menginspirasi
“Kompetisi ini bukan hanya untuk mencari bakat. Tujuannya adalah menginspirasi dan mendorong setiap peserta untuk menekuni profesi Chef dengan penuh semangat, menghadapi tantangan, dan berupaya mencapai keunggulan dalam dunia gastronomi yang menuntut namun mengasyikkan,” katanya, melalui siaran pers, Senin (14/7/2025).
Chef Étienne Leroy, Juara World Pastry Cup 2017 dan Executive Pastry Chef di Lenôtre Paris, mengatakan, kompetisi ini merupakan investasi besar. Ini menjadi sumber motivasi, kemajuan, dan dorongan untuk melampaui batas diri.
Menurut dia, kompetisi ini sebuah ikhtiar pengembangan diri, sebuah evaluasi berkelanjutan dengan pertanyaan-pertanyaan yang relevan, dan upaya harian untuk mencapai keunggulan.
"Ini adalah perjalanan menuju pengembangan diri, upaya harian untuk mencapai keunggulan. Tetaplah fokus dalam perjalanan ini, temukan kebahagiaan melalui pekerjaan dan komitmen Anda. Semua kerja keras akan membuahkan hasil," pesannya.
Momentum ini akan berlanjut dengan penyelenggaraan Young Chef Competition edisi Malaysia pada minggu depan, sebagai bagian dari gerakan pastry yang berkembang pesat di kawasan ini.
Dalam ajang ini, dari lebih 250 peserta dengan latar belakang beragam – mulai dari pelajar, Chef muda, perusahaan katering hingga Chef independen – hanya 48 kandidat Chef muda yang lolos ke babak Semifinal.
Dewan juri kategori memasak tahun ini melibatkan Chef Michelin Jean Baptiste Lavergne Morazzani, Chef Vindex Tengker, dan Chef Gilles Marx (pendiri Amuz Group).
Sementara untuk kategori pastry, penilaian dilakukan oleh Dedy Sutan, Woro Prabandari, dan Étienne Leroy (World Pastry Champion 2017).
Ada pun para pemenang untuk kategori Cooking:
Juara 1, Muhammad Kabul dari Akademi Pariwisata NHI Bandung. Juara 2, Styven Edricsen dari Universita Bunda Mulia Jakarta. Juara 3, Made Dwi Wahyudi dari Maya Sanur Bali
Sementara pemenang untuk kategori Pastry; Juara 1, Anis Anggita Purwanto dari Vloven Bali. Juara 2,,Doni Fernando dari Freyabadi dan Juara 3, Salman Bahasuan dari APCA Indonesia.
Chef Michelin Jean Baptiste Lavergne Morazzani, salah satu dewan juri yang diakui secara global menyebut kompetisi ini sebagai mercusuar yang menampilkan potensi luar biasa dari talenta kuliner Indonesia yang sedang tumbuh.
Menurut Michelin kompetisi ini menginspirasi dan mendorong setiap peserta untuk menekuni profesi Chef dengan penuh semangat, menghadapi tantangan, dan berupaya mencapai keunggulan dalam dunia gastronomi yang menuntut ketekunan namun mengasyikkan.
Baca juga: Anak Penjual Soto Lolos FEB UGM dan Kuliah Gratis, Ini Kisah Anyndha yang Menginspirasi
“Kompetisi ini bukan hanya untuk mencari bakat. Tujuannya adalah menginspirasi dan mendorong setiap peserta untuk menekuni profesi Chef dengan penuh semangat, menghadapi tantangan, dan berupaya mencapai keunggulan dalam dunia gastronomi yang menuntut namun mengasyikkan,” katanya, melalui siaran pers, Senin (14/7/2025).
Chef Étienne Leroy, Juara World Pastry Cup 2017 dan Executive Pastry Chef di Lenôtre Paris, mengatakan, kompetisi ini merupakan investasi besar. Ini menjadi sumber motivasi, kemajuan, dan dorongan untuk melampaui batas diri.
Menurut dia, kompetisi ini sebuah ikhtiar pengembangan diri, sebuah evaluasi berkelanjutan dengan pertanyaan-pertanyaan yang relevan, dan upaya harian untuk mencapai keunggulan.
"Ini adalah perjalanan menuju pengembangan diri, upaya harian untuk mencapai keunggulan. Tetaplah fokus dalam perjalanan ini, temukan kebahagiaan melalui pekerjaan dan komitmen Anda. Semua kerja keras akan membuahkan hasil," pesannya.
Momentum ini akan berlanjut dengan penyelenggaraan Young Chef Competition edisi Malaysia pada minggu depan, sebagai bagian dari gerakan pastry yang berkembang pesat di kawasan ini.
Dalam ajang ini, dari lebih 250 peserta dengan latar belakang beragam – mulai dari pelajar, Chef muda, perusahaan katering hingga Chef independen – hanya 48 kandidat Chef muda yang lolos ke babak Semifinal.
Dewan juri kategori memasak tahun ini melibatkan Chef Michelin Jean Baptiste Lavergne Morazzani, Chef Vindex Tengker, dan Chef Gilles Marx (pendiri Amuz Group).
Sementara untuk kategori pastry, penilaian dilakukan oleh Dedy Sutan, Woro Prabandari, dan Étienne Leroy (World Pastry Champion 2017).
Ada pun para pemenang untuk kategori Cooking:
Juara 1, Muhammad Kabul dari Akademi Pariwisata NHI Bandung. Juara 2, Styven Edricsen dari Universita Bunda Mulia Jakarta. Juara 3, Made Dwi Wahyudi dari Maya Sanur Bali
Sementara pemenang untuk kategori Pastry; Juara 1, Anis Anggita Purwanto dari Vloven Bali. Juara 2,,Doni Fernando dari Freyabadi dan Juara 3, Salman Bahasuan dari APCA Indonesia.
(nnz)
Lihat Juga :