Lolos Kedokteran UGM dan Kuliah Gratis, Zahra Wujudkan Mimpi Orang Tua Meski Sudah Tiada
Rabu, 16 Juli 2025 - 18:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cerita Riko, Driver Ojol yang Berhasil Menembus IPB University Lewat Jalur Prestasi
Ayah Zahra yang masih hidup saat itu juga memeluk dan mengucapkan rasa bangganya. Momen itu pun menjadi salah satu kenangan terakhir yang begitu membekas bagi Zahra.
Latar belakang Zahra berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang guru SD sementara ibunya pekerja mantri hewan.
Baca juga: 1.085 Calon Mahasiswa Lulus Jalur Mandiri SM IPB 2025, Ini Link Registrasinya
“Orang tua saya selalu bilang, pendidikan itu yang utama. Bahkan sampai keluarga besar pun berpesan ke kakak saya: jangan gunakan tabungan orang tua untuk hal lain sebelum pendidikan Zahra selesai,” ungkap Zahra, Selasa (15/7).
Minat Zahra terhadap dunia kedokteran hewan tidak datang tiba-tiba. Ibunya, yang pernah menjadi mantri hewan, menjadi inspirasi tersendiri baginya. Meski Zahra mengaku tidak terlalu menyukai memelihara hewan, ketertarikannya untuk memahami dan mempelajari hewan tumbuh seiring waktu.
“Minat saya terhadap kedokteran hewan dipengaruhi oleh kakak kedua saya yang juga kuliah di jurusan yang sama, meskipun di universitas berbeda. Selain itu, ibu saya dulunya adalah seorang mantri hewan yang menangani hewan ternak. Jadi, mungkin minat ini memang sudah menurun secara tidak langsung,” katanya.
Zahra awalnya bingung dengan biaya kuliah karena ayahnya yang meninggal dunia sehari sebelum kewajiban daftar ulang di UGM . Ia pun berpikir ulang untuk lanjut atau tidak kuliah di UGM.
Namun ia pun mendapat kabar baik Ketika diumumkan menjadi penerima subsidi UKT 100 %. Sebab ia mengaku meski mendapatkan UKT Golongan 1 pun ia pasti tidak mampu menbayar UKT di Fakultas Kedokteran Hewan.
Ayah Zahra yang masih hidup saat itu juga memeluk dan mengucapkan rasa bangganya. Momen itu pun menjadi salah satu kenangan terakhir yang begitu membekas bagi Zahra.
Berhasil Tunaikan Pesan Almarhum Orang Tua
Latar belakang Zahra berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang guru SD sementara ibunya pekerja mantri hewan.
Baca juga: 1.085 Calon Mahasiswa Lulus Jalur Mandiri SM IPB 2025, Ini Link Registrasinya
“Orang tua saya selalu bilang, pendidikan itu yang utama. Bahkan sampai keluarga besar pun berpesan ke kakak saya: jangan gunakan tabungan orang tua untuk hal lain sebelum pendidikan Zahra selesai,” ungkap Zahra, Selasa (15/7).
Minat Zahra terhadap dunia kedokteran hewan tidak datang tiba-tiba. Ibunya, yang pernah menjadi mantri hewan, menjadi inspirasi tersendiri baginya. Meski Zahra mengaku tidak terlalu menyukai memelihara hewan, ketertarikannya untuk memahami dan mempelajari hewan tumbuh seiring waktu.
“Minat saya terhadap kedokteran hewan dipengaruhi oleh kakak kedua saya yang juga kuliah di jurusan yang sama, meskipun di universitas berbeda. Selain itu, ibu saya dulunya adalah seorang mantri hewan yang menangani hewan ternak. Jadi, mungkin minat ini memang sudah menurun secara tidak langsung,” katanya.
Dapat Subsidi UKT 100 %
Zahra awalnya bingung dengan biaya kuliah karena ayahnya yang meninggal dunia sehari sebelum kewajiban daftar ulang di UGM . Ia pun berpikir ulang untuk lanjut atau tidak kuliah di UGM.
Namun ia pun mendapat kabar baik Ketika diumumkan menjadi penerima subsidi UKT 100 %. Sebab ia mengaku meski mendapatkan UKT Golongan 1 pun ia pasti tidak mampu menbayar UKT di Fakultas Kedokteran Hewan.
Lihat Juga :