Didampingi Trisakti, Universitas Sunan Gresik Buka Fakultas Kedokteran Gigi
Sabtu, 19 Juli 2025 - 16:19 WIB
loading...
Ketua Dewan Pembina Universitas Sunan Gresik (USG) Dr Jazilul Fawaid (dua kanan), Wakil Rektor I USG Dr Abdul Muhith (kanan), dan Rektor Universitas Trisakti Prof. Kadarsah Suryadi (dua kiri) bertemu di Bogor, Sabtu (19/7/2025). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Universitas Sunan Gresik (USG) membuka Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) usai menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Nomor 563/B/O/2025 tentang izin pendirian USG. Pembukaan FKG dilakukan dengan pendampingan penuh dari Universitas Trisakti Jakarta.
Hadirnya FKG menambah daftar fakultas yang ada di USG. Sebelumnya, sudah ada lima fakultas lain yakni Fakultas Bisnis Humaniora dan Psikologi, Fakultas Keguruan dan Keagamaan Islam, Fakultas Kesehatan dan Ilmu Alam, Fakultas Teknologi dan Rekayasa, serta Fakultasi Vokasi.
"Kami bersama dengan Ketua Dewan Pembina USG Gus Jazilul Fawaid sudah bertemu dan melakukan kesepakatan dengan Rektor Trisaksi Prof. Kadarsah Suryadiyang akan memberikan pendampingan secara penuh terkait pendirian Fakultas Kedokteran Gigi ini," kata Wakil Rektor I USG Dr. Abdul Muhid di Jakarta, Sabtu (19/7/2025).
Muhid mengatakan bahwa pembukaan FKG ini dilakukan mengingat kebutuhan tenaga dokter gigi di Indonesia sangat besar, namun ketersediaan dokter gigi masih sangat jauh dibanding kebutuhan yang ada.
Mengacu pada data Kementerian Kesehatan, terdapat selisih sekitar 10.309 dokter gigi dari kebutuhan ideal secara nasional.Idealnya, satu dokter gigi melayani 7.500 pasien, namun di Indonesia, satu dokter gigi bisa melayani lebih dari 12.000 pasien.
Dikatakan Muhid, Pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis seperti pembukaan moratorium Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), peningkatan kuota mahasiswa kedokteran gigi, dan program penugasan khusus dokter gigi ke daerah terpencil.
"Inilah pertimbangan utama kami membuka Fakultas Kedokteran Gigi karena USG hadir sebagai problem solver atas berbagai persoalan bangsa, terutama bagaimana kedepan kebutuhan dokter gigi ini bisa tercukupi atau setidaknya bisa menambah dengan berdirinya FKG di USG," tuturnya.
Sementara itu, Prof. Kadarsah Suryadi menyatakan kesiapan serta rasa senangnya bisa terlibat dalam pendampingan secara penuh lahirnga Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Sunan Gresik. "Kami siap untuk melakukan pendampingan penuh lahirnya FKG di Universitas Sunan Gresik. Ini merupakan terobosan yang sangat baik mengingat jumlah dokter gigi di Indonesia masih jauh dari kebutuhan yang ada," tuturnya.
Sebelumnya, dari 5 fakultas yang sudah ada di USG, terdapat 29 program studi (prodi). Yakni, Fakultas Bisnis, Humaniora, dan Psikologi (6 prodi: Akuntansi, Hukum, Manajemen, Psikologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik);Fakultas Keguruan dan Keagamaan Islam (8 prodi: PAI, Bahasa Arab, Perbankan Syariah, PGMI, Ekonomi Syariah, Pendidikan Bahasa Inggris, PGSD, Manajemen Pendidikan).
Hadirnya FKG menambah daftar fakultas yang ada di USG. Sebelumnya, sudah ada lima fakultas lain yakni Fakultas Bisnis Humaniora dan Psikologi, Fakultas Keguruan dan Keagamaan Islam, Fakultas Kesehatan dan Ilmu Alam, Fakultas Teknologi dan Rekayasa, serta Fakultasi Vokasi.
"Kami bersama dengan Ketua Dewan Pembina USG Gus Jazilul Fawaid sudah bertemu dan melakukan kesepakatan dengan Rektor Trisaksi Prof. Kadarsah Suryadiyang akan memberikan pendampingan secara penuh terkait pendirian Fakultas Kedokteran Gigi ini," kata Wakil Rektor I USG Dr. Abdul Muhid di Jakarta, Sabtu (19/7/2025).
Muhid mengatakan bahwa pembukaan FKG ini dilakukan mengingat kebutuhan tenaga dokter gigi di Indonesia sangat besar, namun ketersediaan dokter gigi masih sangat jauh dibanding kebutuhan yang ada.
Mengacu pada data Kementerian Kesehatan, terdapat selisih sekitar 10.309 dokter gigi dari kebutuhan ideal secara nasional.Idealnya, satu dokter gigi melayani 7.500 pasien, namun di Indonesia, satu dokter gigi bisa melayani lebih dari 12.000 pasien.
Dikatakan Muhid, Pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis seperti pembukaan moratorium Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), peningkatan kuota mahasiswa kedokteran gigi, dan program penugasan khusus dokter gigi ke daerah terpencil.
"Inilah pertimbangan utama kami membuka Fakultas Kedokteran Gigi karena USG hadir sebagai problem solver atas berbagai persoalan bangsa, terutama bagaimana kedepan kebutuhan dokter gigi ini bisa tercukupi atau setidaknya bisa menambah dengan berdirinya FKG di USG," tuturnya.
Sementara itu, Prof. Kadarsah Suryadi menyatakan kesiapan serta rasa senangnya bisa terlibat dalam pendampingan secara penuh lahirnga Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Sunan Gresik. "Kami siap untuk melakukan pendampingan penuh lahirnya FKG di Universitas Sunan Gresik. Ini merupakan terobosan yang sangat baik mengingat jumlah dokter gigi di Indonesia masih jauh dari kebutuhan yang ada," tuturnya.
Sebelumnya, dari 5 fakultas yang sudah ada di USG, terdapat 29 program studi (prodi). Yakni, Fakultas Bisnis, Humaniora, dan Psikologi (6 prodi: Akuntansi, Hukum, Manajemen, Psikologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik);Fakultas Keguruan dan Keagamaan Islam (8 prodi: PAI, Bahasa Arab, Perbankan Syariah, PGMI, Ekonomi Syariah, Pendidikan Bahasa Inggris, PGSD, Manajemen Pendidikan).
(abd)
Lihat Juga :