Cerita Albert Lukas, Dinobatkan Jadi Mahasiswa Berprestasi ITB 2025 Berkat Inovasi Sosial
Minggu, 20 Juli 2025 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Kini, ia berperan aktif sebagai mentor, berbagi pengalaman, serta membuka jalan bagi mahasiswa lain untuk tumbuh bersama. “Ketika teman saya menang lomba, dapat magang, atau aktif di organisasi, saya ikut merasa menang juga,” ungkapnya.
Semangat keberlanjutan dan pemberdayaan juga menjadi inti dari inovasi yang ia bawa dalam Pilmapres. Bersama tim, Albert merintis Paduan Biru, sebuah brand fashion berkelanjutan yang mengolah limbah denim menjadi produk baru. Gagasan ini muncul dari kepeduliannya terhadap tingginya limbah tekstil, terutama di Bandung sebagai kota industri konveksi. Mereka menemukan bahwa banyak potongan denim yang masih layak pakai terbuang begitu saja.
Lewat Paduan Biru, Albert dan tim tak hanya mengurangi limbah tekstil, tetapi juga melibatkan para penjahit lokal dalam rantai produksi. Inisiatif ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ini menjadi langkah kecil menuju industri fashion Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Bagi Albert, menjadi mahasiswa berprestasi ibarat mendaki gunung, bukan tentang siapa yang tercepat, tetapi tentang konsistensi dalam memilih jalur yang tepat dan memastikan setiap pijakan kuat.
Ia percaya bahwa keberhasilan sejati adalah ketika pencapaian tersebut bisa digunakan untuk memberi arti dan manfaat bagi orang lain.
Semangat keberlanjutan dan pemberdayaan juga menjadi inti dari inovasi yang ia bawa dalam Pilmapres. Bersama tim, Albert merintis Paduan Biru, sebuah brand fashion berkelanjutan yang mengolah limbah denim menjadi produk baru. Gagasan ini muncul dari kepeduliannya terhadap tingginya limbah tekstil, terutama di Bandung sebagai kota industri konveksi. Mereka menemukan bahwa banyak potongan denim yang masih layak pakai terbuang begitu saja.
Lewat Paduan Biru, Albert dan tim tak hanya mengurangi limbah tekstil, tetapi juga melibatkan para penjahit lokal dalam rantai produksi. Inisiatif ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ini menjadi langkah kecil menuju industri fashion Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Bagi Albert, menjadi mahasiswa berprestasi ibarat mendaki gunung, bukan tentang siapa yang tercepat, tetapi tentang konsistensi dalam memilih jalur yang tepat dan memastikan setiap pijakan kuat.
Ia percaya bahwa keberhasilan sejati adalah ketika pencapaian tersebut bisa digunakan untuk memberi arti dan manfaat bagi orang lain.
(nnz)
Lihat Juga :