Krisis Dokter Segera Berakhir? Kemendikti Luncurkan Program Cetak Ribuan Spesialis
Selasa, 22 Juli 2025 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cerita Brian Arianto Lulus Cumlaude Kedokteran UGM: Jadi Dokter adalah Panggilan Jiwa
Pada tahun 2025–2030, diproyeksikan dapat dihasilkan lebih dari 48.000 dokter untuk mengatasi kesenjangan kekurangan dokter berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sampai saat ini terdata 16 FK sudah menjalankan strategi penempatan residen senior, bekerja sama dengan pemerintah daerah di wilayah Sistem Kesehatan Akademik. Fakultas-fakultas tersebut menempatkan sekitar 200 residen senior untuk spesialis prioritas di berbagai daerah.
Strategi penguatan kerja sama dengan K/L dan stakeholders lain juga terus ditingkatkan, terutama dengan Kemdagri bersama Pemda, dan Kemhan bersama TNI/POLRI. Saat ini 32 provinsi telah terlibat dalam program ini. Sekitar 200 RS milik Pemda dan ~ 40 RS milik TNI/POLRI akan terlibat dalam kemitraan ini.
“Peluncuran program ini merupakan awal aksi kolektif Komite Bersama Kemdiktisaintek dan Kemenkes bersama seluruh pemangku kepentingan,” jelas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi.
Pada tahun 2025–2030, diproyeksikan dapat dihasilkan lebih dari 48.000 dokter untuk mengatasi kesenjangan kekurangan dokter berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sampai saat ini terdata 16 FK sudah menjalankan strategi penempatan residen senior, bekerja sama dengan pemerintah daerah di wilayah Sistem Kesehatan Akademik. Fakultas-fakultas tersebut menempatkan sekitar 200 residen senior untuk spesialis prioritas di berbagai daerah.
Strategi penguatan kerja sama dengan K/L dan stakeholders lain juga terus ditingkatkan, terutama dengan Kemdagri bersama Pemda, dan Kemhan bersama TNI/POLRI. Saat ini 32 provinsi telah terlibat dalam program ini. Sekitar 200 RS milik Pemda dan ~ 40 RS milik TNI/POLRI akan terlibat dalam kemitraan ini.
“Peluncuran program ini merupakan awal aksi kolektif Komite Bersama Kemdiktisaintek dan Kemenkes bersama seluruh pemangku kepentingan,” jelas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi.
(nnz)
Lihat Juga :