Profil Pendidikan Fahri Hamzah, Aktivis UI yang Jadi Wamen PKP Merangkap Komisaris BTN
Rabu, 23 Juli 2025 - 14:09 WIB
loading...
Fahri Hamzah, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Foto. Instagram.
A
A
A
JAKARTA - Fahri Hamzah saat ini rangkap jabatan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Penunjukan ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BTN pada 26 Maret 2025 lalu.
Fahri bukan satu-satunya wajah baru di jajaran komisaris . RUPST BTN 2025 juga menetapkan Suryo Utomo, mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, sebagai Komisaris Utama, serta Asisten Deputi Bidang Manajemen Risiko dan Kepatuhan Kementerian BUMN sebagai Wakil Komisaris Utama.
Baca juga:
Penunjukan Fahri Hamzah dinilai sesuai dengan fokus utama BTN sebagai bank yang bergerak di sektor perumahan dan kawasan permukiman. Seperti diketahui, Bank Himbara lainnya juga mengadopsi pola serupa, misalnya Komisaris BRI berasal dari unsur Kementerian Koperasi dan UMKM.
Menteri BUMN menegaskan bahwa penempatan pejabat kementerian di kursi komisaris Himbara tidak akan mengganggu prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Transparansi tetap dijaga ketat oleh Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan lembaga-lembaga pengawas lainnya.
Baca juga: Harta Kekayaan Fahri Hamzah, Wamen Perumahan yang Merangkap Jabatan Jadi Komisaris BTN
Lahir di Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 10 November 1971, Fahri Hamzah memulai pendidikannya di Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram) pada tahun 1990.
Melansir laman PKS dan DPR, Namun, hanya dua tahun berselang, Fahri memutuskan pindah dan melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) mulai 1992.
Baca juga: Wamen PKP Fahri Hamzah Blak-blakan Backlog Perumahan di Indonesia Membengkak Jadi 15 Juta
Di UI, Fahri mulai dikenal sebagai aktivis kampus. Ia menjadi Ketua Umum Forum Studi Islam (FSI) dan Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan di Senat Mahasiswa UI periode 1996–1997.
Keterlibatannya dalam organisasi mahasiswa membawanya menjadi salah satu tokoh penting dalam pembentukan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pada masa awal Reformasi 1998.
Karier Fahri di pemerintahan dimulai sejak ia terpilih menjadi anggota DPR RI pada 2004 melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di DPR, ia pernah duduk di berbagai komisi strategis, mulai dari Komisi VI (BUMN dan UMKM), Komisi III (Hukum dan HAM), hingga Komisi VII (Energi dan Sumber Daya Alam).
Baca juga:Pemerintah Akan Bangun Rusun di Lokasi Kebakaran Kebon Kosong Kemayoran
Fahri juga pernah menjadi anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) dan Badan Kehormatan DPR, serta sempat menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Meskipun pada 2016 ia dipecat oleh PKS, Fahri tetap aktif di dunia politik dan menjadi salah satu pendiri Partai Gelora, partai yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 lalu.
Fahri bukan satu-satunya wajah baru di jajaran komisaris . RUPST BTN 2025 juga menetapkan Suryo Utomo, mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, sebagai Komisaris Utama, serta Asisten Deputi Bidang Manajemen Risiko dan Kepatuhan Kementerian BUMN sebagai Wakil Komisaris Utama.
Baca juga:
Penunjukan Fahri Hamzah dinilai sesuai dengan fokus utama BTN sebagai bank yang bergerak di sektor perumahan dan kawasan permukiman. Seperti diketahui, Bank Himbara lainnya juga mengadopsi pola serupa, misalnya Komisaris BRI berasal dari unsur Kementerian Koperasi dan UMKM.
Menteri BUMN menegaskan bahwa penempatan pejabat kementerian di kursi komisaris Himbara tidak akan mengganggu prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Transparansi tetap dijaga ketat oleh Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan lembaga-lembaga pengawas lainnya.
Baca juga: Harta Kekayaan Fahri Hamzah, Wamen Perumahan yang Merangkap Jabatan Jadi Komisaris BTN
Riwayat Pendidikan Fahri Hamzah
Lahir di Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 10 November 1971, Fahri Hamzah memulai pendidikannya di Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram) pada tahun 1990.
Melansir laman PKS dan DPR, Namun, hanya dua tahun berselang, Fahri memutuskan pindah dan melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) mulai 1992.
Baca juga: Wamen PKP Fahri Hamzah Blak-blakan Backlog Perumahan di Indonesia Membengkak Jadi 15 Juta
Di UI, Fahri mulai dikenal sebagai aktivis kampus. Ia menjadi Ketua Umum Forum Studi Islam (FSI) dan Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan di Senat Mahasiswa UI periode 1996–1997.
Keterlibatannya dalam organisasi mahasiswa membawanya menjadi salah satu tokoh penting dalam pembentukan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pada masa awal Reformasi 1998.
Karier Politik dan Legislatif
Karier Fahri di pemerintahan dimulai sejak ia terpilih menjadi anggota DPR RI pada 2004 melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di DPR, ia pernah duduk di berbagai komisi strategis, mulai dari Komisi VI (BUMN dan UMKM), Komisi III (Hukum dan HAM), hingga Komisi VII (Energi dan Sumber Daya Alam).
Baca juga:Pemerintah Akan Bangun Rusun di Lokasi Kebakaran Kebon Kosong Kemayoran
Fahri juga pernah menjadi anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) dan Badan Kehormatan DPR, serta sempat menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Meskipun pada 2016 ia dipecat oleh PKS, Fahri tetap aktif di dunia politik dan menjadi salah satu pendiri Partai Gelora, partai yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 lalu.
(nnz)
Lihat Juga :