Gelar Summer Course Pharmacy Internasional 2025, FFUP Ajak Eksplorasi Produk Alam dan Budaya Indonesia
Senin, 28 Juli 2025 - 16:22 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) kembali menunjukkan komitmennya dalam inovasi dan kolaborasi global melalui penyelenggaraan International Summer Course in Pharmacy (ISCP) ke-2. Acara berskala internasional ini akan berlangsung dari 28 Juli hingga 3 Agustus 2025, dengan mengusung tema “Harnessing the Power of Natural Products – Innovation in Pharmacy for a Sustainable Future”.
ISCP 2025 dirancang untuk menjadi platform pembelajaran lintas negara yang komprehensif. Program ini akan menyatukan mahasiswa dan akademisi dari berbagai latar belakang budaya dan keilmuan, memberikan pengalaman menyeluruh dalam eksplorasi potensi produk alam untuk pengembangan terapi farmasi masa depan. Peserta akan terlibat dalam sesi kuliah ilmiah, workshop, kunjungan lapangan, dan beragam aktivitas budaya.
Hadirkan Pakar Dunia dan Jelajahi Kearifan Lokal
Tahun ini, ISCP menghadirkan sejumlah pakar terkemuka dari berbagai institusi internasional, termasuk Prof. Taifo Mahmud dari Oregon State University (Amerika Serikat), Prof. Muhammad Taher Bakhtiar dari International Islamic University Malaysia, serta Ma. Concepcion Sim, MS Pharm., RPh dari Trinity University of Asia (Filipina). Berbagai topik menarik akan dibahas, mulai dari biosintesis produk alam, nanoteknologi untuk skincare herbal, hingga pemanfaatan etnomedisin dan kecerdasan buatan dalam riset bahan alam.
Selain sesi akademik, peserta juga akan diajak langsung ke lapangan untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam dan kearifan lokal Indonesia. Kunjungan akan dilakukan ke Rumah Atsiri untuk pelatihan ekstraksi minyak atsiri, UPF Yankestrad Tawangmangu dan Kebun Herbal Universitas Pancasila untuk pengenalan tanaman herbal, serta Holistic Hospital Purwakarta untuk melihat penerapan herbal dalam terapi komplementer.
Untuk memperkaya wawasan budaya peserta internasional, program ini juga menyertakan city tour ke Yogyakarta, Solo, dan Bandung. Mereka akan diajak mengeksplorasi warisan sejarah, seni, kuliner, dan kearifan lokal di kota-kota tersebut, menjadikannya pengalaman belajar lintas budaya yang tak terlupakan.
Program ISCP-UP 2025 terbuka bagi mahasiswa sarjana farmasi dari dalam maupun luar negeri yang tertarik pada farmakognosi, etnomedisin, dan pengembangan produk alam. Mahasiswa Universitas Pancasila akan mendapatkan SKS rekognisi, sementara seluruh peserta akan memperoleh sertifikat resmi. Acara ini merupakan langkah strategis FFUP dalam memadukan sains dan budaya, sekaligus menyiapkan lulusan farmasi yang cerdas dan peka terhadap tantangan global.
ISCP 2025 dirancang untuk menjadi platform pembelajaran lintas negara yang komprehensif. Program ini akan menyatukan mahasiswa dan akademisi dari berbagai latar belakang budaya dan keilmuan, memberikan pengalaman menyeluruh dalam eksplorasi potensi produk alam untuk pengembangan terapi farmasi masa depan. Peserta akan terlibat dalam sesi kuliah ilmiah, workshop, kunjungan lapangan, dan beragam aktivitas budaya.
Hadirkan Pakar Dunia dan Jelajahi Kearifan Lokal
Tahun ini, ISCP menghadirkan sejumlah pakar terkemuka dari berbagai institusi internasional, termasuk Prof. Taifo Mahmud dari Oregon State University (Amerika Serikat), Prof. Muhammad Taher Bakhtiar dari International Islamic University Malaysia, serta Ma. Concepcion Sim, MS Pharm., RPh dari Trinity University of Asia (Filipina). Berbagai topik menarik akan dibahas, mulai dari biosintesis produk alam, nanoteknologi untuk skincare herbal, hingga pemanfaatan etnomedisin dan kecerdasan buatan dalam riset bahan alam.
Selain sesi akademik, peserta juga akan diajak langsung ke lapangan untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam dan kearifan lokal Indonesia. Kunjungan akan dilakukan ke Rumah Atsiri untuk pelatihan ekstraksi minyak atsiri, UPF Yankestrad Tawangmangu dan Kebun Herbal Universitas Pancasila untuk pengenalan tanaman herbal, serta Holistic Hospital Purwakarta untuk melihat penerapan herbal dalam terapi komplementer.
Untuk memperkaya wawasan budaya peserta internasional, program ini juga menyertakan city tour ke Yogyakarta, Solo, dan Bandung. Mereka akan diajak mengeksplorasi warisan sejarah, seni, kuliner, dan kearifan lokal di kota-kota tersebut, menjadikannya pengalaman belajar lintas budaya yang tak terlupakan.
Program ISCP-UP 2025 terbuka bagi mahasiswa sarjana farmasi dari dalam maupun luar negeri yang tertarik pada farmakognosi, etnomedisin, dan pengembangan produk alam. Mahasiswa Universitas Pancasila akan mendapatkan SKS rekognisi, sementara seluruh peserta akan memperoleh sertifikat resmi. Acara ini merupakan langkah strategis FFUP dalam memadukan sains dan budaya, sekaligus menyiapkan lulusan farmasi yang cerdas dan peka terhadap tantangan global.
(aik)
Lihat Juga :