Rektor Marsudi: Guru Besar Harus Peka pada Masalah Bangsa

Selasa, 25 Februari 2025 - 16:44 WIB
loading...
Rektor Marsudi: Guru...
Rektor Universitas Pancasila Prof. Marsudi Wahyu Kisworo.
A A A
Universitas Pancasila (UP) berhasil kembali mengukuhkan guru besar. Kali ini PTS yang telah bersertifikasi unggul ini mengukuhkan empat guru besar, yakni Prof. Dr. apt. Esti Mumpuni, M.Si, Prof. apt. Hesty Utami Ramadaniati, Prof. Devi Roza Krisnandhi Kausar, Ph.D., CHE. dan Prof. Dr. Herawati Zetha Rahman, MT.

Pengukuhan yang dilakukan pada Selasa (25/2/2025) ini dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) Siswono Yudo Husodo, Rektor UP Prof. Marsudi Wahyu Kisworo beserta jajaran pejabat Universitas Pancasila.

Usai pengukuhan Rektor Marsudi menjelaskan momen ini memiliki arti penting bagi institusinya. Dengan bertambahnya empat guru besar ia berharap UP akan berkontribusi lebih banyak bagi kemaslahatan masyarakat.

"Guru besar adalah jabatan tertinggi bukan hanya guru bagi murid-muridnya tapi guru bangsa. Kita memiliki tambahan empat guru besar, akan menjadikan UP komitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, serta turut dalam pembangunan bangsa. Hari ini dikukuhkan dan kita berikan pesan, guru besar bukan hanya untuk di kelas tapi juga untuk bangsa ini, " tegasnya.

Ia juga mengajak para guru besar UP untuk mulai peduli dengan masalah bangsa, termasuk tagar gerakan kaburaja dulu dan Indonesia gelap. Ia menilai gerakan tersebut sangat menyedihkan karena menggambarkan keadaan yang pesimis bangsa kita. Terkait hal ini, guru besar harus bisa menyikapinya dan berbuat sesuatu agar para anak muda memiliki semangat dan optimis pada Indonesia.

"Para guru besar dituntut bagaimana membuat apa yang dibayangkan anak muda sekarang membawa masa depan kita seram, tidak boleh terjadi, " katanya.

Selain telah diberi amanah guru besar untuk peduli pada masalah bangsa juga guru besar juga mendapatkan hak dari pemerintah. Sehingga sudah selayaknya mereka harus berkontribusi lebih besar bagi masyarakat, bangsa dan negara.

"Mereka telah diberi amanah begitu besar, apalagi mendapat tunjangan khusus dari Pemerintah. Kalau dosen biasa tunjangan sebesar 1 bulan gaji, kalau guru besar tunjangan sebesar 3 bulan gaji perbulan, artinya mereka harus memberikan balik ke masyarakat melalui pemikiran. Ini tugas kita termasuk saya yang juga guru besar untuk meyakinkan anak muda optimis dan tetap tinggal di Indonesia agar Indonesia menjadi negara besar " tegasnya.

Untuk memastikan guru besar UP berkontribusi pada masyarakat UP memiliki rencana induk penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak pada masyarakat. Hal tersebut mengacu pada problem yang tengah dialami masyarakat dan terkait masalah bangsa yakni pangan, kesehatan, energi dan perubahan iklim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melawan Jeruji Korporasi:...
Melawan Jeruji Korporasi: Lika-Liku Yusof Ferdinand Raih Gelar Doktor Hukum
Perkuat Barisan Intelektual,...
Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Sosok Prof Jhanghiz...
Sosok Prof Jhanghiz Syahrivar, Alumni President University Jadi Guru Besar Termuda
President University...
President University Kukuhkan 3 Guru Besar Baru, Perkuat Kualitas Akademik dan Riset
Momen Hari Kartini,...
Momen Hari Kartini, UMB Lantik 2 Guru Besar Perempuan Bidang Komunikasi dan Keuangan
Dulu Wartawan Kini Dekan,...
Dulu Wartawan Kini Dekan, Prof Eighty Usung Konsep BRIGHT Pimpin Fakultas Kedokteran Unair
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
Rekomendasi
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
Ruben Onsu Ngaku Sudah...
Ruben Onsu Ngaku Sudah Biasa Dihina Sarwendah, Bahkan di Depan Anak
Gempa M5,6 Guncang Talaud...
Gempa M5,6 Guncang Talaud Maluku Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Berita Terkini
Istana Buckingham Buka...
Istana Buckingham Buka Lowongan Videografer Kerajaan, Berapa Gajinya?
Pengumuman Seleksi Ujian...
Pengumuman Seleksi Ujian Mandiri Undip 2026, Cek Kelulusan di Link Ini
Poltekkes Jakarta II...
Poltekkes Jakarta II Edukasi Lansia Diabetes soal Manfaat Gigi Tiruan di Kelurahan Pancoran
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Terbaru, Pendaftaran Dimulai 27 Juli dan Simak Caranya
Kemendikdasmen Alihkan...
Kemendikdasmen Alihkan Pengelolaan KNIU ke Kementerian Kebudayaan, Fokus Perkuat Peran UNESCO
UMB Gelar GEN Z SPEAKS:...
UMB Gelar GEN Z SPEAKS: Aware or Controlled?, Hadirkan Pandji hingga Rian Fahardhi
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved