Kisah Dirga, Anak Tukang Bubur yang Tembus UGM Lewat Prestasi Tenis Nasional
Senin, 28 Juli 2025 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Ketertarikannya pada psikologi tumbuh dari pengalaman sebagai atlet yang harus mengelola mental saat bertanding. “Saya ingin memahami bagaimana emosi dan pikiran memengaruhi performa. Psikologi bukan sekadar teori, tapi tentang menyentuh hati dan membantu orang memahami dirinya,” jelasnya.
Dirga merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Epi Yandri (51), bekerja sebagai buruh jasa dan penjual bubur ayam, sementara ibunya, Kuswandari Tri Astuti (53), adalah ibu rumah tangga. Meski hidup dalam keterbatasan, semangat kedua orang tua Dirga dalam mendukung pendidikan anak-anaknya tak pernah surut. Sang ayah bahkan rela menjual Vespa kesayangannya demi biaya pendidikan.
Momen diterima di UGM menjadi kenangan yang mengharukan. Saat menjalani seleksi, kedua orang tuanya datang diam-diam memberikan dukungan langsung dari pinggir lapangan. “Saya kaget melihat Mama sudah ada di pinggir lapangan tanpa memberi kabar sebelumnya. Itu bentuk cinta yang tak banyak kata, tapi sangat terasa,” ungkapnya.
Kebanggaan orang tuanya pun tak bisa disembunyikan. Saat pengumuman kelulusan keluar, air mata haru pun mengalir. “Kami menangis bahagia. Semua perjuangan dan pengorbanan rasanya terbayar,” ujar Epi dengan penuh emosi.
Didukung Keluarga Penuh Cinta
Dirga merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Epi Yandri (51), bekerja sebagai buruh jasa dan penjual bubur ayam, sementara ibunya, Kuswandari Tri Astuti (53), adalah ibu rumah tangga. Meski hidup dalam keterbatasan, semangat kedua orang tua Dirga dalam mendukung pendidikan anak-anaknya tak pernah surut. Sang ayah bahkan rela menjual Vespa kesayangannya demi biaya pendidikan.
Momen diterima di UGM menjadi kenangan yang mengharukan. Saat menjalani seleksi, kedua orang tuanya datang diam-diam memberikan dukungan langsung dari pinggir lapangan. “Saya kaget melihat Mama sudah ada di pinggir lapangan tanpa memberi kabar sebelumnya. Itu bentuk cinta yang tak banyak kata, tapi sangat terasa,” ungkapnya.
Kebanggaan orang tuanya pun tak bisa disembunyikan. Saat pengumuman kelulusan keluar, air mata haru pun mengalir. “Kami menangis bahagia. Semua perjuangan dan pengorbanan rasanya terbayar,” ujar Epi dengan penuh emosi.
(nnz)
Lihat Juga :