Menko PMK: Indonesia Siap Jadi Laboratorium Persaudaraan Manusia
Selasa, 29 Juli 2025 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, dalam situasi seperti ini, persaudaraan manusia menjadi kebutuhan mendesak. Ia menegaskan, semangat persaudaraan telah tertanam kuat dalam fondasi bangsa Indonesia. Dengan warisan keberagaman dan pengalaman hidup berdampingan, Indonesia disebutnya sebagai laboratorium perdamaian yang layak dibagi kepada dunia.
"Kami tawarkan pengalaman kami sebagai laboratorium perdamaian, dengan berbagi model kami tentang persatuan dalam keberagaman. Kami buka pintu untuk dialog, kerja sama, dan pembelajaran bersama," ujar Pratikno.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi. Sekolah, menurutnya, harus menjadi bengkel persaudaraan yang menanamkan toleransi sejak dini. Dalam konteks disrupsi digital, ia menyerukan agar teknologi dan kecerdasan buatan tidak memperlebar jurang, tetapi justru untuk membangun jembatan.
"Kita harus gunakan teknologi untuk persaudaraan. Media sosial harus menyebarkan cinta, bukan kebencian. Kecerdasan buatan bisa membantu mendeteksi konflik sebelum pecah. Platform digital bisa menyambungkan hati lintas samudra," serunya.
Menko PMK juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menjalankan kampanye literasi digital untuk mendorong masyarakat agar bijak dan cerdas menggunakan teknologi dan Artificial Intelligence (AI). Termasuk juga pemanfaatan teknologi digital untuk produktivitas dan untuk memperkuat persaudaraan manusia.
Dalam kesempatan itu, Menko PMK juga meluncurkan Indonesian Institute for Human Fraternity di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).
Institusi tersebut akan menjadi pusat kajian dan pendidikan global untuk mempromosikan nilai-nilai persaudaraan kemanusiaan melalui riset, pelatihan, dan pengembangan kurikulum persaudaraan manusia sejak usia dini.
"Indonesia telah menentukan pilihan. Kami memilih dialog, bukan perpecahan; kerja sama, bukan konflik; inklusi, bukan isolasi; persaudaraan bukan fragmentasi," ujarnya.
"Kami tawarkan pengalaman kami sebagai laboratorium perdamaian, dengan berbagi model kami tentang persatuan dalam keberagaman. Kami buka pintu untuk dialog, kerja sama, dan pembelajaran bersama," ujar Pratikno.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi. Sekolah, menurutnya, harus menjadi bengkel persaudaraan yang menanamkan toleransi sejak dini. Dalam konteks disrupsi digital, ia menyerukan agar teknologi dan kecerdasan buatan tidak memperlebar jurang, tetapi justru untuk membangun jembatan.
"Kita harus gunakan teknologi untuk persaudaraan. Media sosial harus menyebarkan cinta, bukan kebencian. Kecerdasan buatan bisa membantu mendeteksi konflik sebelum pecah. Platform digital bisa menyambungkan hati lintas samudra," serunya.
Menko PMK juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menjalankan kampanye literasi digital untuk mendorong masyarakat agar bijak dan cerdas menggunakan teknologi dan Artificial Intelligence (AI). Termasuk juga pemanfaatan teknologi digital untuk produktivitas dan untuk memperkuat persaudaraan manusia.
Dalam kesempatan itu, Menko PMK juga meluncurkan Indonesian Institute for Human Fraternity di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).
Institusi tersebut akan menjadi pusat kajian dan pendidikan global untuk mempromosikan nilai-nilai persaudaraan kemanusiaan melalui riset, pelatihan, dan pengembangan kurikulum persaudaraan manusia sejak usia dini.
"Indonesia telah menentukan pilihan. Kami memilih dialog, bukan perpecahan; kerja sama, bukan konflik; inklusi, bukan isolasi; persaudaraan bukan fragmentasi," ujarnya.
Lihat Juga :