Kuliah S1 sampai S3 Gratis di UGM, Ini Kisah Sukses Apia Dewi
Rabu, 30 Juli 2025 - 19:06 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya fokus belajar, Apia aktif mengikuti konferensi internasional, meraih penghargaan sebagai best paper dan best presenter, serta menjadi asisten riset di Pusat Kajian Akuntabilitas dan Governansi (PAKAR) FEB UGM dan pengajar kelas S1.
Baca juga: Kisah Haru Soraya, Anak Penjual Kelontong yang Lolos Kuliah Gratis di UGM
Tesis magisternya membahas pengungkapan iklim (climate-related disclosure) oleh perusahaan di Asia Pasifik, menyoroti peran kinerja keuangan, lingkungan, serta budaya masyarakat dalam mendorong keterbukaan informasi iklim. Hasil risetnya kini telah dikembangkan menjadi buku dan berhasil memperoleh hibah Penelitian Kompetitif Unggulan FEB UGM bersama dosen pembimbing dan penguji tesisnya.
Apia menegaskan bahwa nilai-nilai integritas, objektivitas, dan kesetaraan yang ia pelajari di FEB UGM sangat membantunya, bukan hanya dalam studi tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. “Integritas bukan sekadar kejujuran, tapi juga komitmen dan keberanian. Di FEB, saya merasa diterima tanpa memandang latar belakang,” ungkapnya.
Kini, Apia tengah menjalani semester ketiga di Program Doktor FEB UGM. Bagi Apia, tantangan pasti akan terus ada, namun semangat dan keyakinan menjadi bahan bakar utama untuk terus melangkah. “Jangan takut bermimpi besar. Meski penuh keterbatasan, dengan doa dan usaha sungguh-sungguh, jalan akan terbuka. Teruslah berbuat baik,” tutupnya.
Baca juga: Kisah Haru Soraya, Anak Penjual Kelontong yang Lolos Kuliah Gratis di UGM
Tesis magisternya membahas pengungkapan iklim (climate-related disclosure) oleh perusahaan di Asia Pasifik, menyoroti peran kinerja keuangan, lingkungan, serta budaya masyarakat dalam mendorong keterbukaan informasi iklim. Hasil risetnya kini telah dikembangkan menjadi buku dan berhasil memperoleh hibah Penelitian Kompetitif Unggulan FEB UGM bersama dosen pembimbing dan penguji tesisnya.
Apia menegaskan bahwa nilai-nilai integritas, objektivitas, dan kesetaraan yang ia pelajari di FEB UGM sangat membantunya, bukan hanya dalam studi tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. “Integritas bukan sekadar kejujuran, tapi juga komitmen dan keberanian. Di FEB, saya merasa diterima tanpa memandang latar belakang,” ungkapnya.
Kini, Apia tengah menjalani semester ketiga di Program Doktor FEB UGM. Bagi Apia, tantangan pasti akan terus ada, namun semangat dan keyakinan menjadi bahan bakar utama untuk terus melangkah. “Jangan takut bermimpi besar. Meski penuh keterbatasan, dengan doa dan usaha sungguh-sungguh, jalan akan terbuka. Teruslah berbuat baik,” tutupnya.
(nnz)
Lihat Juga :