Mendiktisaintek di TSG 2025: Kuliah adalah Waktu Emas Bangun Jejaring dan Karakter
Kamis, 31 Juli 2025 - 07:00 WIB
loading...
Tanoto Foundation kembali menggelar forum tahunan Tanoto Scholars Gathering (TSG) pada 24–26 Juli 2025 di Komplek RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Tanoto Foundation kembali menggelar forum tahunan Tanoto Scholars Gathering (TSG) pada 24–26 Juli 2025 di Komplek RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau. Acara ini mempertemukan 291 penerima Beasiswa TELADAN dari berbagai universitas mitra di seluruh Indonesia untuk saling belajar, membangun jejaring, dan memperkuat kapasitas kepemimpinan.
Peserta TSG berasal dari sepuluh perguruan tinggi terkemuka, seperti IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan lainnya. Tema tahun ini adalah “Learn & Lead: Becoming the Champion of Good”, menekankan pentingnya kepemimpinan yang berdampak positif dan berkelanjutan.
Baca juga: Pendidikan Amalia Adininggar, Kepala BPS Lulusan ITB dan Doktor Ekonomi dari Australia
Hadir di hari kedua, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, menekankan pentingnya masa kuliah sebagai waktu emas untuk membangun jejaring, karakter, dan visi hidup. Ia membagikan 12 karakter kunci kesuksesan, mulai dari tekad kuat, imajinasi, kerja keras, hingga intuisi tajam dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan dan teknologi.
“Kita membutuhkan pemimpin yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berintegritas dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Menteri Brian.
CEO Tanoto Foundation, Benny Lee, menjelaskan bahwa TSG bertujuan membentuk pemimpin masa depan yang menjadi teladan dalam kebaikan. Filosofi ini diwariskan langsung oleh pendiri yayasan, Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto.
Selain Menteri Brian, sejumlah tokoh inspiratif turut memberikan pembekalan, termasuk Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, yang menekankan pentingnya lingkungan positif dan akal budi dalam membentuk pemimpin yang bermakna. Sementara itu, Angkie Yudistia, CEO Thisable Enterprise, membagikan kisah perjuangannya bangkit dari keterbatasan hingga menjadi penggerak kesetaraan melalui wirausaha sosial.
Selama tiga hari, peserta TSG juga terlibat dalam kunjungan industri ke unit bisnis grup RGE, mendapatkan pelatihan kepemimpinan berbasis pengalaman, dan mengikuti workshop pengembangan soft skills. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kesiapan mereka dalam memimpin di masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Tanoto Foundation mengumumkan bahwa pendaftaran Program Beasiswa TELADAN telah dibuka sejak 1 Juli hingga 7 September 2025. Program ini ditujukan bagi mahasiswa semester pertama dari sepuluh universitas mitra, termasuk IPB, UGM, UI, ITB, dan lainnya.
Penerima Beasiswa TELADAN akan mendapatkan manfaat seperti pelatihan kepemimpinan, dukungan keuangan tambahan untuk kompetisi, magang di industri mitra, hingga akses pada jaringan alumni global Tanoto Foundation. Bahkan, tahun ini mahasiswa pemilik Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) juga diperbolehkan mendaftar.
Dengan beragam dukungan ini, Tanoto Foundation berharap mampu mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan, berempati, dan kontributif bagi kemajuan bangsa.
Peserta TSG berasal dari sepuluh perguruan tinggi terkemuka, seperti IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan lainnya. Tema tahun ini adalah “Learn & Lead: Becoming the Champion of Good”, menekankan pentingnya kepemimpinan yang berdampak positif dan berkelanjutan.
Baca juga: Pendidikan Amalia Adininggar, Kepala BPS Lulusan ITB dan Doktor Ekonomi dari Australia
Hadir di hari kedua, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, menekankan pentingnya masa kuliah sebagai waktu emas untuk membangun jejaring, karakter, dan visi hidup. Ia membagikan 12 karakter kunci kesuksesan, mulai dari tekad kuat, imajinasi, kerja keras, hingga intuisi tajam dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan dan teknologi.
“Kita membutuhkan pemimpin yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berintegritas dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Menteri Brian.
CEO Tanoto Foundation, Benny Lee, menjelaskan bahwa TSG bertujuan membentuk pemimpin masa depan yang menjadi teladan dalam kebaikan. Filosofi ini diwariskan langsung oleh pendiri yayasan, Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto.
Selain Menteri Brian, sejumlah tokoh inspiratif turut memberikan pembekalan, termasuk Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, yang menekankan pentingnya lingkungan positif dan akal budi dalam membentuk pemimpin yang bermakna. Sementara itu, Angkie Yudistia, CEO Thisable Enterprise, membagikan kisah perjuangannya bangkit dari keterbatasan hingga menjadi penggerak kesetaraan melalui wirausaha sosial.
Selama tiga hari, peserta TSG juga terlibat dalam kunjungan industri ke unit bisnis grup RGE, mendapatkan pelatihan kepemimpinan berbasis pengalaman, dan mengikuti workshop pengembangan soft skills. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kesiapan mereka dalam memimpin di masa depan.
Pendaftaran Beasiswa TELADAN Dibuka
Dalam kesempatan yang sama, Tanoto Foundation mengumumkan bahwa pendaftaran Program Beasiswa TELADAN telah dibuka sejak 1 Juli hingga 7 September 2025. Program ini ditujukan bagi mahasiswa semester pertama dari sepuluh universitas mitra, termasuk IPB, UGM, UI, ITB, dan lainnya.
Penerima Beasiswa TELADAN akan mendapatkan manfaat seperti pelatihan kepemimpinan, dukungan keuangan tambahan untuk kompetisi, magang di industri mitra, hingga akses pada jaringan alumni global Tanoto Foundation. Bahkan, tahun ini mahasiswa pemilik Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) juga diperbolehkan mendaftar.
Dengan beragam dukungan ini, Tanoto Foundation berharap mampu mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan, berempati, dan kontributif bagi kemajuan bangsa.
(nnz)
Lihat Juga :