Peneliti IPB Ciptakan Baju Anti Peluru dari Limbah Kelapa Sawit
Kamis, 10 September 2020 - 13:32 WIB
loading...
Dosen IPB University dari Departemen Fisika, FMIPA, Siti Nikmatin, menciptakan baju anti peluru dari serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Peneliti sekaligus dosen IPB University dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Siti Nikmatin, menciptakan baju anti peluru dari serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS).
Sebelumnya, Nikmatin juga berhasil membuat helm Green Composite (GC) yang menggunakan filler serat TKKS pada ukuran mikropartikel. Setelah diteliti lebih lanjut, serat TKKS ternyata juga mampu menyerap energi pada laju yang sangat tinggi pada saat tumbukan. (Baca juga: Mahasiswa UNY Olah Daun Ciplukan Jadi Krim Obat Jerawat Herbal )
Kemudian, ide tersebut berkembang untuk membuat diversifikasi produk berbahan serat TKKS woven pada aplikasi bahan anti peluru.
Dia menjelaskan, dari hasil treatment yang dilakukan, biomasa TKKS menjadi serat dengan kandungan lignoselulosa. Ternyata, TKKS ini memiliki potensi tinggi dalam menyerap energi tumbukan. Apalagi, jika disusun dalam bentuk anyaman dengan
orientasi sudut tegak lurus pada sistem komposit laminated atau sandwich.
"Melalui penambahan coating material anti panas, serat TKKS woven dapat menahan api dalam waktu 30 detik. Hal ini yang digunakan dalam perancangan baju anti peluru," terang Nikmatin melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (10/9/2020). (Baca juga: ITS-UTM Kembangkan Potensi Garam buat Baterai Lithium )
Sebelumnya, Nikmatin juga berhasil membuat helm Green Composite (GC) yang menggunakan filler serat TKKS pada ukuran mikropartikel. Setelah diteliti lebih lanjut, serat TKKS ternyata juga mampu menyerap energi pada laju yang sangat tinggi pada saat tumbukan. (Baca juga: Mahasiswa UNY Olah Daun Ciplukan Jadi Krim Obat Jerawat Herbal )
Kemudian, ide tersebut berkembang untuk membuat diversifikasi produk berbahan serat TKKS woven pada aplikasi bahan anti peluru.
Dia menjelaskan, dari hasil treatment yang dilakukan, biomasa TKKS menjadi serat dengan kandungan lignoselulosa. Ternyata, TKKS ini memiliki potensi tinggi dalam menyerap energi tumbukan. Apalagi, jika disusun dalam bentuk anyaman dengan
orientasi sudut tegak lurus pada sistem komposit laminated atau sandwich.
"Melalui penambahan coating material anti panas, serat TKKS woven dapat menahan api dalam waktu 30 detik. Hal ini yang digunakan dalam perancangan baju anti peluru," terang Nikmatin melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (10/9/2020). (Baca juga: ITS-UTM Kembangkan Potensi Garam buat Baterai Lithium )
Lihat Juga :