Mimpi Kuliah di Singapura? Ini Panduan Lengkap dari Lulusan NUS Asal Indonesia
Senin, 04 Agustus 2025 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
“Selama dua tahun persiapan, rasanya seperti hidup saya hanya untuk belajar, tapi saya tahu ini adalah tiket untuk menimba ilmu di kampus terbaik,” kenangnya.
Baca juga: Kisah Safira Nur Aini, Wisudawan Magister Termuda UGM yang Peduli Pertanian
Setelah diterima di program Engineering Science NUS, Dymasius memilih spesialisasi Computational Engineering Science di tahun ketiganya. Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut ke jenjang magister di bidang Financial Technology di Nanyang Technological University (NTU).
Ia menyarankan agar calon pelamar mempelajari kurikulum yang disyaratkan oleh universitas tujuan, seperti A-Level, IB, atau ujian standar lainnya.
Singapura dikenal sebagai negara dengan biaya hidup yang tinggi. Dymasius menjelaskan, sewa kamar di asrama atau apartemen biasanya melebihi 1.000 dolar Singapura per bulan. Harga kebutuhan pokok dan ongkos transportasi juga cukup tinggi.
Sebagai gambaran, harga makan di hawker centre berkisar antara 3 hingga 8 dolar Singapura per porsi. Transportasi umum seperti MRT dan bus biasanya memakan biaya sekitar 50 hingga 150 dolar Singapura per bulan, tergantung jarak dan frekuensi penggunaan.
Biaya listrik, air, dan internet dapat mencapai 200 hingga 400 dolar Singapura per bulan. Jika dikalkulasikan, pengeluaran bulanan mahasiswa rata-rata berada di kisaran 1.500 hingga 2.500 dolar Singapura, tergantung gaya hidup masing-masing.
“Gaji memang relatif lebih besar di Singapura, namun pengeluaran juga besar. Persaingan kerja semakin ketat karena perusahaan mencari kandidat dengan kemampuan spesifik dan pengalaman,” ungkapnya.
Untuk meringankan beban biaya kuliah, Dymasius menekankan bahwa mahasiswa NUS, termasuk mahasiswa internasional seperti dirinya, dapat memanfaatkan beberapa skema bantuan keuangan, antara lain:
Baca juga: Kisah Safira Nur Aini, Wisudawan Magister Termuda UGM yang Peduli Pertanian
Setelah diterima di program Engineering Science NUS, Dymasius memilih spesialisasi Computational Engineering Science di tahun ketiganya. Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut ke jenjang magister di bidang Financial Technology di Nanyang Technological University (NTU).
Ia menyarankan agar calon pelamar mempelajari kurikulum yang disyaratkan oleh universitas tujuan, seperti A-Level, IB, atau ujian standar lainnya.
2. Rencanakan Biaya Hidup di Negeri Singa
Singapura dikenal sebagai negara dengan biaya hidup yang tinggi. Dymasius menjelaskan, sewa kamar di asrama atau apartemen biasanya melebihi 1.000 dolar Singapura per bulan. Harga kebutuhan pokok dan ongkos transportasi juga cukup tinggi.
Sebagai gambaran, harga makan di hawker centre berkisar antara 3 hingga 8 dolar Singapura per porsi. Transportasi umum seperti MRT dan bus biasanya memakan biaya sekitar 50 hingga 150 dolar Singapura per bulan, tergantung jarak dan frekuensi penggunaan.
Biaya listrik, air, dan internet dapat mencapai 200 hingga 400 dolar Singapura per bulan. Jika dikalkulasikan, pengeluaran bulanan mahasiswa rata-rata berada di kisaran 1.500 hingga 2.500 dolar Singapura, tergantung gaya hidup masing-masing.
“Gaji memang relatif lebih besar di Singapura, namun pengeluaran juga besar. Persaingan kerja semakin ketat karena perusahaan mencari kandidat dengan kemampuan spesifik dan pengalaman,” ungkapnya.
3. Manfaatkan Bantuan Keuangan untuk Mahasiswa NUS
Untuk meringankan beban biaya kuliah, Dymasius menekankan bahwa mahasiswa NUS, termasuk mahasiswa internasional seperti dirinya, dapat memanfaatkan beberapa skema bantuan keuangan, antara lain:
Lihat Juga :