10.900 Mahasiswa Baru UI Jalani Pengenalan Kehidupan Kampus 2025
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 07:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: KSTI 2025 Hadirkan Ilmuwan Fisika Peraih Nobel, Indonesia Mantapkan Arah Riset
“Ada dua kata kunci yang perlu diingat dan dipegang erat selama menjadi bagian dari Universitas Indonesia, yaitu unggul dan impactful. Unggul saja tidak cukup, kalian harus bisa memberi dampak, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan bahkan peradaban dunia,” ujar Prof. Heri.
Acara secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., didampingi oleh Rektor UI, para wakil rektor, serta kepala badan yang hadir. Pembukaan ini juga turut disaksikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., sebagai bagian dari peluncuran resmi rangkaian PKKMB tingkat nasional yang diselenggarakan di Universitas Indonesia.
Acara dilanjut dengan pemaparan materi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., dengan tema besar Kampanye Nasional: Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Sesi ini dipandu langsung oleh Direktur Kemahasiswaan dan Beasiswa UI, Dr. Drs. AG. Sudibyo, M.Si.
Prof. Brian mengingatkan mahasiswa baru untuk mulai bersikap dewasa, berpikir jangka panjang, dan mampu mengelola diri. Ia menyoroti pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi tantangan kuliah, seperti tekanan akademik, masalah finansial, hingga relasi sosial. Menurutnya, membangun jejaring dan menjaga hubungan yang sehat antar teman menjadi bekal penting selama menjalani masa studi.
“Sebagai mahasiswa kalian harus mulai berpikir matang, hindari tindakan yang menjurus pada bullying, dan hargai setiap perbedaan. Jika terjadi kekerasan atau pelecehan, jangan ragu untuk melapor. Kalian adalah generasi unggul, maka jadilah insan yang memberi dampak positif bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.
“Ada dua kata kunci yang perlu diingat dan dipegang erat selama menjadi bagian dari Universitas Indonesia, yaitu unggul dan impactful. Unggul saja tidak cukup, kalian harus bisa memberi dampak, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan bahkan peradaban dunia,” ujar Prof. Heri.
Acara secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., didampingi oleh Rektor UI, para wakil rektor, serta kepala badan yang hadir. Pembukaan ini juga turut disaksikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., sebagai bagian dari peluncuran resmi rangkaian PKKMB tingkat nasional yang diselenggarakan di Universitas Indonesia.
Acara dilanjut dengan pemaparan materi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., dengan tema besar Kampanye Nasional: Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Sesi ini dipandu langsung oleh Direktur Kemahasiswaan dan Beasiswa UI, Dr. Drs. AG. Sudibyo, M.Si.
Prof. Brian mengingatkan mahasiswa baru untuk mulai bersikap dewasa, berpikir jangka panjang, dan mampu mengelola diri. Ia menyoroti pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi tantangan kuliah, seperti tekanan akademik, masalah finansial, hingga relasi sosial. Menurutnya, membangun jejaring dan menjaga hubungan yang sehat antar teman menjadi bekal penting selama menjalani masa studi.
“Sebagai mahasiswa kalian harus mulai berpikir matang, hindari tindakan yang menjurus pada bullying, dan hargai setiap perbedaan. Jika terjadi kekerasan atau pelecehan, jangan ragu untuk melapor. Kalian adalah generasi unggul, maka jadilah insan yang memberi dampak positif bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.
Lihat Juga :