ITB Kembangkan Kendaraan Otonom Listrik Berbasis AI dengan Biaya Rendah
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
Konteks pengembangan AVA sejalan dengan target ekonomi transformasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yakni beralih dari ekonomi ekstraktif ke ekonomi bernilai tambah tinggi berbasis teknologi.
Dalam peta jalan riset nasional yang dibahas di KSTI 2025, kendaraan listrik otonom menjadi salah satu simpul strategis dalam ekosistem industri masa depan.
Keberhasilan AVA juga menjadi cerminan dari prinsip efisiensi dan kemandirian teknologi dalam negeri. Jika sebelumnya kendaraan otonom buatan luar negeri seperti dari China mengalami kesulitan beroperasi di kondisi jalan Indonesia, maka AVA dirancang secara spesifik untuk mengakomodasi karakteristik infrastruktur lokal.
Dari sisi tingkat kesiapan teknologi, prototipe ini telah mencapai 7 hingga 8, yang berarti sudah masuk tahap demonstrasi di lingkungan nyata dan hanya selangkah lagi menuju komersialisasi penuh.
Kolaborasi antara ITB, PT Inovasi, EPS, dan Tessa memungkinkan pengembangan sistem ini terus berjalan hingga benar-benar siap digunakan secara luas di masyarakat.
Dengan potensi pasar global kendaraan otonom yang diprediksi mencapai USD 300 sampai Rp400 miliar pada 2035 mendatang, AVA bukan hanya merupakan solusi untuk kebutuhan mobilitas lokal, tetapi juga membuka peluang ekspansi teknologi Indonesia ke kancah global.
Dalam peta jalan riset nasional yang dibahas di KSTI 2025, kendaraan listrik otonom menjadi salah satu simpul strategis dalam ekosistem industri masa depan.
Keberhasilan AVA juga menjadi cerminan dari prinsip efisiensi dan kemandirian teknologi dalam negeri. Jika sebelumnya kendaraan otonom buatan luar negeri seperti dari China mengalami kesulitan beroperasi di kondisi jalan Indonesia, maka AVA dirancang secara spesifik untuk mengakomodasi karakteristik infrastruktur lokal.
Dari sisi tingkat kesiapan teknologi, prototipe ini telah mencapai 7 hingga 8, yang berarti sudah masuk tahap demonstrasi di lingkungan nyata dan hanya selangkah lagi menuju komersialisasi penuh.
Kolaborasi antara ITB, PT Inovasi, EPS, dan Tessa memungkinkan pengembangan sistem ini terus berjalan hingga benar-benar siap digunakan secara luas di masyarakat.
Dengan potensi pasar global kendaraan otonom yang diprediksi mencapai USD 300 sampai Rp400 miliar pada 2035 mendatang, AVA bukan hanya merupakan solusi untuk kebutuhan mobilitas lokal, tetapi juga membuka peluang ekspansi teknologi Indonesia ke kancah global.
(nnz)
Lihat Juga :