Kisah Dava Adila, di Usia 19 Tahun Sudah Lulus S1 Kedokteran Unpad
Minggu, 10 Agustus 2025 - 07:00 WIB
loading...
Dava menjadi wisudawan termuda Unpad karena berhasil lulus dan meraih gelar sarjana Kedokteran di usia 19 tahun. Foto/Unpad.
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa Unpad , Dava Adila Syuaib, dari Fakultas Kedokteran angkatan 2022 sukses menjadi wisudawan termuda dalam Upacara Wisuda Universitas Padjadjaran Gelombang IV Tahun Akademik 2024/2025.
Dava mencatat pencapaian luar biasa dengan menjalani wisuda pada usia 19 tahun 10 bulan 23 hari dalam prosesi wisuda di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (6/8/2025).
Motivasi terbesar Dava untuk menyelesaikan studi datang dari dorongan membahagiakan orang tua. “Saya ingin bisa cepat pulang dan berkumpul bersama keluarga. Karena pada akhirnya, rumah adalah tempat ternyaman,” ungkapnya, dikutip dari laman resmi Unpad, Minggu (10/8/2025).
Baca juga: Raih Gelar Doktor Fisika di Usia 25 Tahun, Fikhri Jadi Wisudawan Termuda S3 UGM
Perjalanan akademiknya berbeda dari kebanyakan mahasiswa. Dava menempuh jalur pendidikan akselerasi sejak dini, mulai masuk SD setahun lebih awal hingga melanjutkan program percepatan di SMA. Strategi ini membuatnya lulus sarjana dua tahun lebih cepat dibanding rata-rata mahasiswa. Meski berasal dari luar kota, ia memilih Unpad karena kualitas dan reputasinya.
“Unpad memiliki kredibilitas yang tak perlu diragukan lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Saya percaya lingkungan belajar kondusif dan fasilitas memadai akan mendukung proses akademik saya,” kata Dava.
Baca juga: Cerita Chyta, Lulusan Doktor Termuda Prodi Manajemen Pendidikan UNJ
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Dava juga aktif menyuarakan aspirasi mahasiswa. Salah satu momen membanggakan adalah ketika ia berhasil menyampaikan aspirasi terkait bidang kesehatan langsung kepada DPR RI, khususnya Komisi IX.
“Itu adalah momen yang sangat mengesankan bagi saya. Sebagai mahasiswa, kita adalah agent of change. Bisa menyampaikan aspirasi ke pembuat kebijakan merupakan tanggung jawab dan kehormatan besar,” ujarnya.
Sebagai mahasiswa rantau, Dava menekankan pentingnya menjaga semangat dan ikatan emosional dengan keluarga. Ia berpesan kepada mahasiswa lain untuk tidak menyerah. “Semua orang pasti punya hambatan, tapi jangan lupa sesekali istirahat dan minta doa restu dari orang-orang tercinta di rumah. Niscaya semua akan dimudahkan,” tuturnya.
Usai meraih gelar sarjana, Dava akan melanjutkan tahap pendidikan profesi sebagai koasisten dokter. Ia berencana menambah pengalaman sebelum menentukan jenjang pendidikan berikutnya, termasuk kemungkinan melanjutkan ke program spesialis.
Dava mencatat pencapaian luar biasa dengan menjalani wisuda pada usia 19 tahun 10 bulan 23 hari dalam prosesi wisuda di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (6/8/2025).
Motivasi terbesar Dava untuk menyelesaikan studi datang dari dorongan membahagiakan orang tua. “Saya ingin bisa cepat pulang dan berkumpul bersama keluarga. Karena pada akhirnya, rumah adalah tempat ternyaman,” ungkapnya, dikutip dari laman resmi Unpad, Minggu (10/8/2025).
Baca juga: Raih Gelar Doktor Fisika di Usia 25 Tahun, Fikhri Jadi Wisudawan Termuda S3 UGM
Perjalanan akademiknya berbeda dari kebanyakan mahasiswa. Dava menempuh jalur pendidikan akselerasi sejak dini, mulai masuk SD setahun lebih awal hingga melanjutkan program percepatan di SMA. Strategi ini membuatnya lulus sarjana dua tahun lebih cepat dibanding rata-rata mahasiswa. Meski berasal dari luar kota, ia memilih Unpad karena kualitas dan reputasinya.
“Unpad memiliki kredibilitas yang tak perlu diragukan lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Saya percaya lingkungan belajar kondusif dan fasilitas memadai akan mendukung proses akademik saya,” kata Dava.
Baca juga: Cerita Chyta, Lulusan Doktor Termuda Prodi Manajemen Pendidikan UNJ
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Dava juga aktif menyuarakan aspirasi mahasiswa. Salah satu momen membanggakan adalah ketika ia berhasil menyampaikan aspirasi terkait bidang kesehatan langsung kepada DPR RI, khususnya Komisi IX.
“Itu adalah momen yang sangat mengesankan bagi saya. Sebagai mahasiswa, kita adalah agent of change. Bisa menyampaikan aspirasi ke pembuat kebijakan merupakan tanggung jawab dan kehormatan besar,” ujarnya.
Sebagai mahasiswa rantau, Dava menekankan pentingnya menjaga semangat dan ikatan emosional dengan keluarga. Ia berpesan kepada mahasiswa lain untuk tidak menyerah. “Semua orang pasti punya hambatan, tapi jangan lupa sesekali istirahat dan minta doa restu dari orang-orang tercinta di rumah. Niscaya semua akan dimudahkan,” tuturnya.
Usai meraih gelar sarjana, Dava akan melanjutkan tahap pendidikan profesi sebagai koasisten dokter. Ia berencana menambah pengalaman sebelum menentukan jenjang pendidikan berikutnya, termasuk kemungkinan melanjutkan ke program spesialis.
(nnz)
Lihat Juga :