Kisah Rischa Sebayang, dari Penerima Beasiswa hingga Jadi Data Analyst dan Mentor Muda
Kamis, 14 Agustus 2025 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Dara asal Sumatra Utara, ini bercerita anak-anak sekolah di kampung halamannya selalu memiliki impian untuk masuk kampus-kampus terbaik di Indonesia. “Sebagai anak rantau, ada semacam mimpi bisa berkuliah di Jawa apalagi di ITB,” katanya, melalui siaran pers, Kamis (14/8/2025).
Namun saat berhasil diterima dan menjalani kuliah di ITB, Rischa tak lantas bisa bernapas lega.Di masa awal kuliah, ia sempat khawatir kuliahnya berhenti di tengah jalan. Alasannya, ia bukan berasal dari keluarga berada.
Baca juga: Cerita Raka, Wisudawan Terbaik UB 2025 dan Lulus Cum Laude Berkat Cinta Lingkungan
“Karena kondisi ekonomi tak sebagus teman-teman, tidak memadai dan tidak memungkinkan, ada kemungkinan saya pulang ke Medan tidak melanjutkan kuliah,” kenangnya.
Sebagai anak rantau, Rischa tidak hanya harus memikirkan biaya kuliah, melainkan juga biaya hidup dan kebutuhan lain untuk menunjang studi, seperti pengerjaan tugas, biaya laboratorium, hingga ongkos fotokopi. Kesimpulannya: ia harus mencari dana tambahan untuk mendukung kuliahnya.
Namun saat berhasil diterima dan menjalani kuliah di ITB, Rischa tak lantas bisa bernapas lega.Di masa awal kuliah, ia sempat khawatir kuliahnya berhenti di tengah jalan. Alasannya, ia bukan berasal dari keluarga berada.
Baca juga: Cerita Raka, Wisudawan Terbaik UB 2025 dan Lulus Cum Laude Berkat Cinta Lingkungan
“Karena kondisi ekonomi tak sebagus teman-teman, tidak memadai dan tidak memungkinkan, ada kemungkinan saya pulang ke Medan tidak melanjutkan kuliah,” kenangnya.
Sebagai anak rantau, Rischa tidak hanya harus memikirkan biaya kuliah, melainkan juga biaya hidup dan kebutuhan lain untuk menunjang studi, seperti pengerjaan tugas, biaya laboratorium, hingga ongkos fotokopi. Kesimpulannya: ia harus mencari dana tambahan untuk mendukung kuliahnya.
Lihat Juga :