Dukungan Kesehatan Mental Mahasiswa, ILUNI UI Kenalkan Mental Health Champions
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 17:28 WIB
loading...
A
A
A
"Kami melihat tingginya tingkat masalah kesehatan jiwa di kampus karena tekanan akademis, media sosial, dan lingkungan yang sangat kompetitif. Program ini adalah puncak kerja keras tim kami, dan kami berharap ini bisa menjadi warisan yang terus memberikan dampak positif,” ungkap Didit, melalui siaran pers, Sabtu (16/8/2025).
Data dari internal UI dan nasional mendukung urgensi program ini. Prof. Dra. Fentiny Nugroho, sebagai Direktur Direktorat Alumni UI, menyampaikan apresiasi Rektor UI dan memaparkan relevansi program ini dengan kondisi yang dialami mahasiswa saat ini.
"Sebuah survei menunjukkan 12,2% mahasiswa kami mengalami depresi dan 37,2% mengalami kecemasan. Program MHC ILUNI UI sangat relevan dan dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan sehat," tuturnya.
Dukungan terhadap MHC ILUNI UI juga datang dari pemerintah. Prof. Dr. Zahrotun Nihayah, selaku Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, memuji inisiatif ini sebagai langkah yang krusial.
"Data nasional menunjukkan 34,9% remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa. Ini adalah isu kolektif, dan program seperti ini adalah langkah penting untuk menciptakan kampus yang aman dan inklusif," paparnya.
Data dari internal UI dan nasional mendukung urgensi program ini. Prof. Dra. Fentiny Nugroho, sebagai Direktur Direktorat Alumni UI, menyampaikan apresiasi Rektor UI dan memaparkan relevansi program ini dengan kondisi yang dialami mahasiswa saat ini.
"Sebuah survei menunjukkan 12,2% mahasiswa kami mengalami depresi dan 37,2% mengalami kecemasan. Program MHC ILUNI UI sangat relevan dan dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan sehat," tuturnya.
Dukungan terhadap MHC ILUNI UI juga datang dari pemerintah. Prof. Dr. Zahrotun Nihayah, selaku Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, memuji inisiatif ini sebagai langkah yang krusial.
"Data nasional menunjukkan 34,9% remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa. Ini adalah isu kolektif, dan program seperti ini adalah langkah penting untuk menciptakan kampus yang aman dan inklusif," paparnya.
Lihat Juga :