Sorot Peran dan Tantangan Ulama Perempuan di Indonesia, Hindun Anisah Raih Gelar Doktor Unusia

Selasa, 19 Agustus 2025 - 17:35 WIB
loading...
Sorot Peran dan Tantangan...
Hindun Anisah meraih gelar doktor di program studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Islam Nusantara Unusia. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Hindun Anisah , Anggota Komisi IV DPR meraih gelar doktor di program studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia).

Ia mempertahankan disertasinya berjudul berjudul Gerakan Ulama Perempuan Indonesia: Studi Atas Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Sebagai Gerakan Baru Perempuan Indonesia.

Menurut Hindun ulama perempuan kerap menghadapi resistensi dari masyarakat di Tanah Air, utamanya yang menyoal otoritas keagamaanya. Padahal, kontribusi ulama perempuan di dunia Islam bukan sebuah hal baru, bahkan sudah eksis sejal awal Islam, seperti Aisyah RA yang meriwayatkan sekitar 2.000 hadis sahih.

Baca juga: Kisah Ibu dan Anak Kompak Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum, Ini Judul Disertasinya

“Kondisi inilah yang dibahas dalam KUPI 2023, dan dari situlah saya terinspirasi menjadikannya tema utama disertasi saya,” katanya, dalam keterangan resmi, Selasa (19/8/2025).

KUPI adalah kongres yang menjadi wadah bagi para cendekiawan perempuan Islam di Indonesia. KUPI digelar pertama kali di Pondok Pesantren Kebon Jambu al-Islamy, Cirebon, pada 2017 melalui Ikrar Kebon Jambu.

Namun, kata politikus PKB ini, ulama perempuan masih menghadapi hambatan berlapis. Di antaranya stereotipe gender, keterbatasan akses pendidikan tinggi, minimnya peluang kepemimpinan dalam organisasi keagamaan, hingga sulitnya berpartisipasi dalam pengambilan keputusan penting masih menjadi persoalan utama.

Untuk itu, KUPI menjadi wadah strategis dan transformatif untuk menjawab tantangan tersebut. "KUPI bukan sekadar forum pertemuan, melainkan platform dinamis yang memperjuangkan keadilan substantif melalui fikih ramah perempuan," kata alumnus Master Medical Anthropology, Amsterdam University tersebut.

Menurut Hindun, KUPI tak hanya menjadi motor penggerak bagi ulama perempuan untuk tampil dalam berbagai bidang, namun sekaligus mengikis resistensi sosial yang masih menghambat. “KUPI mampu menjadi roda penggerak baru bagi gerakan intelektual dan sosial bagi ulama perempuan,” imbuhnya.

Dalam disertasinya, ia menegaskan perlunya kesinambungan gerakan. Dalam hal ini KUPI perlu menyinergikan tiga aspek, yakni gerakan intelektual-keilmuan, gerakan sosial-keagamaan, serta advokasi kebijakan.

“Transformasi kapasitas ulama perempuan akan semakin nyata bila ada dialog, kampanye kesadaran, pelatihan, hingga pendampingan hukum,” ujarnya.

Untuk itu, gerakan ulama perempuan ini membutuhkan dukungan lebih luas dari masyarakat dan negara. Tanpa dukungan tersebut, ulama perempuan sulit meraih posisi setara dengan ulama pria.

“KUPI harus terus melakukan pembaruan pemikiran dan kerja nyata agar ulama perempuan dapat berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan ulama pria,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Hindun menegaskan aspek akademis yang perlu dikembangkan dalam gerakan ulama perempuan. Untuk ini, KUPI telah melahirkan diskursus baru dalam studi Islam Nusantara, terutama dengan menghadirkan fikih ramah perempuan yang mengintegrasikan pengalaman perempuan dalam kerangka keilmuan Islam.

“Ini memberi warna baru dalam tradisi intelektual Islam di Indonesia,” tegasnya.

Hindun berharap disertasinya ini dapat menjadi pijakan akademik bagi penelitian lanjutan mengenai peran ulama perempuan. “Saya berharap hasil riset ini dapat membuka ruang lebih luas bagi lahirnya generasi baru ulama perempuan yang tidak hanya bergerak di tataran keagamaan, tetapi juga sosial, politik, dan budaya,” ujar Hindun.

Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar yang hadir dalam sidang tersebut menyatakan kebanggaannya atas kiprah Hindun. Menurut Muhaimin, Hindun adalah seorang aktivis yang tidak pernah berhenti berjuang, mengabdikan diri pada gerakan sosial, perempuan, dan keagamaan.

"Yang akhirnya juga dipikirkan dalam gerakan politik. Di mana semua ini butuh pijakan yang kuat, yaitu ilmu. Dengan mendapatkan gelar doktor ini, kita semakin yakin bahwa jalan ke depan akan semakin lurus, semakin tepat sasaran dan tidak akan salah dalam melaksanakan seluruh rangkaian perjuangan dan aktivis yang kita lakukan," ujar Muhaimin.

Ketika ditanya tentang gerakan ulama perempuan di PKB, Muhaimin menyebutkan perempuan memiliki ruang yang sangat luas dalam partai tersebut. "Sejak berdiri memang para pendiri sudah memiliki satu visi ya, membuka seluas-luasnya untuk perempuan yang berpotensi. Makanya begitu lahir Bu Khofifah (Khofifah Indar Parawansa), Menteri pertama Bu Khofifah, begitu juga Bu Ida Faiziyah (menaker 2019-2014)," sebut Muhaimin.

Ia menegaskan, tujuan semua itu adalah untuk mengembangkan keulamaan perempuan. "Habis itulah telah terbukti Hindun dan banyak sekali tokoh-tokoh perempuan yang akhirnya mengabdikan diri di dalam ilmu agama, di dalam ilmu kemasyarakatan, di dalam keulamaan."

Muhaimin menyampaikan pesan khusus untuk Hindun, agar ilmu yang didapatkan semakin memberikan jalan agar seluruh langkah-langkahnya konsisten.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Beasiswa PMDSU 2026...
Beasiswa PMDSU 2026 Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis Terintegrasi 4 Tahun
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Beasiswa Indonesia Bangkit...
Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Buka Program Magister Lanjut Doktor, Kuliah S2 hingga S3 Jalur Cepat
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Rekomendasi
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Berita Terkini
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved