Lomba Video Animasi Nasional UBL Dorong Tumbuhnya Industri Kreatif
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Hal yang sama diungkapkan Komisaris Utama PT Indonesia Digital Pos Syarif Hidayatullah. Ia mengatakan, mahasiswa lulusan Teknologi Informasi harus mampu menguasai animasi.
Lomba video animasi nasional 2025 ini, menurutnya, menjadi langkah awal para calon-calon animator Indonesia.
"Para peserta jangan berhenti di event ini. Ini hanya awal saja, lihat bagaimana film animasi Jumbo bisa menarik lebih dari 10 juta penonton," ungkap Syarif.
"Kalian harus bisa melampaui karya Jumbo. Bukan saja di tingkat nasional tapi juga tingkat internasional," sambungnya.
Di tempat yang sama, Staf Khusus Wakil Presiden RI, Achmad Adhitya mengatakan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sangat mendukung kegiatan ini. Bahkan, dirinya ingin sekali melihat kemampuan kampus-kampus dalam mengelola film animasi.
"Pak Wapres ingin sekali melihat kampus-kampus mana yang memiliki laboratorium animasi. Insya Allah akan kita jadwalkan melihat laboratorium milik UBL," ujar Aditya.
Ia menuturkan, ke depan industri digital dan AI akan berkembang pesat. Bahkan negara seperti Laos dan Kuba kini berlomba-lomba mengembangkan industri digital.
"Ke depan ini (digital dan AI) akan jadi game changer. Jadi lomba video animasi nasional 2025 ini luar biasa, dan bisa menjadi awal untuk membangun ekosistem," tutur Aditya.
Ia mencontohkan pesatnya perkembangan teknologi di negara China, banyak sekali teknologi yang belum pernah ditemukan di Indonesia. Seperti mobil tanpa sopir, yang sudah menjadi kendaraan umum masyarakat China.
Lalu juga ada 40 rumah sakit yang tidak lagi menggunakan tenaga medis atau dokter. Sehingga pasien bisa melakukan konsultasi dan mendapatkan layanan kesehatan dengan bantuan alat-alat teknologi digital dan AI.
Lomba video animasi nasional 2025 ini, menurutnya, menjadi langkah awal para calon-calon animator Indonesia.
"Para peserta jangan berhenti di event ini. Ini hanya awal saja, lihat bagaimana film animasi Jumbo bisa menarik lebih dari 10 juta penonton," ungkap Syarif.
"Kalian harus bisa melampaui karya Jumbo. Bukan saja di tingkat nasional tapi juga tingkat internasional," sambungnya.
Di tempat yang sama, Staf Khusus Wakil Presiden RI, Achmad Adhitya mengatakan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sangat mendukung kegiatan ini. Bahkan, dirinya ingin sekali melihat kemampuan kampus-kampus dalam mengelola film animasi.
"Pak Wapres ingin sekali melihat kampus-kampus mana yang memiliki laboratorium animasi. Insya Allah akan kita jadwalkan melihat laboratorium milik UBL," ujar Aditya.
Ia menuturkan, ke depan industri digital dan AI akan berkembang pesat. Bahkan negara seperti Laos dan Kuba kini berlomba-lomba mengembangkan industri digital.
"Ke depan ini (digital dan AI) akan jadi game changer. Jadi lomba video animasi nasional 2025 ini luar biasa, dan bisa menjadi awal untuk membangun ekosistem," tutur Aditya.
Ia mencontohkan pesatnya perkembangan teknologi di negara China, banyak sekali teknologi yang belum pernah ditemukan di Indonesia. Seperti mobil tanpa sopir, yang sudah menjadi kendaraan umum masyarakat China.
Lalu juga ada 40 rumah sakit yang tidak lagi menggunakan tenaga medis atau dokter. Sehingga pasien bisa melakukan konsultasi dan mendapatkan layanan kesehatan dengan bantuan alat-alat teknologi digital dan AI.
Lihat Juga :