Tim Robot ITS Sabet Dua Penghargaan ABU Robocon 2025 di Mongolia
Selasa, 26 Agustus 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, robot Kagami dengan tinggi 170 sentimeter dirancang khusus untuk menerima umpan dan menembakkan bola basket ke dalam keranjang.
Selain itu, tim robot dengan nama Rivera ini juga dianugerahi Kajima Award. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari salah satu perusahaan sponsor asal Jepang yang bergerak di bidang infrastruktur. Meskipun tidak berhasil meraih gelar juara pertama, Hafiedz menyampaikan bahwa timnya sangat merasa terhormat karena dapat mewakili Indonesia dan bertanding bersama dengan negara-negara lain se-Asia Pasifik.
Baca juga: Ini Robot Hamil Humanoid Pertama di Dunia Picu Kontroversi di China
Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS tersebut juga mengakui bahwa level kompetisi di Mongolia ini sangatlah berbeda. Robot-robot dari negara lain dinilai jauh lebih lincah dan memiliki level yang berbeda dibandingkan dengan lawan-lawan di tingkat nasional. “Di kompetisi yang lebih ketat ini, kami fokus pada optimasi robot basket yang sudah ada serta memperbanyak latihan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar penghargaan, tim Rivera memandang bahwa pengalaman ini adalah hal yang paling berharga. Hafiedz menyoroti pentingnya proses dalam pencapaian ITS mewakili ajang ABU Robocon 2025 ini. “Penghargaan hanyalah benda duniawi biasa, yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, berkembang, dan semangat keras untuk juara,” tegasnya menyemangati.
Selain itu, tim robot dengan nama Rivera ini juga dianugerahi Kajima Award. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari salah satu perusahaan sponsor asal Jepang yang bergerak di bidang infrastruktur. Meskipun tidak berhasil meraih gelar juara pertama, Hafiedz menyampaikan bahwa timnya sangat merasa terhormat karena dapat mewakili Indonesia dan bertanding bersama dengan negara-negara lain se-Asia Pasifik.
Baca juga: Ini Robot Hamil Humanoid Pertama di Dunia Picu Kontroversi di China
Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS tersebut juga mengakui bahwa level kompetisi di Mongolia ini sangatlah berbeda. Robot-robot dari negara lain dinilai jauh lebih lincah dan memiliki level yang berbeda dibandingkan dengan lawan-lawan di tingkat nasional. “Di kompetisi yang lebih ketat ini, kami fokus pada optimasi robot basket yang sudah ada serta memperbanyak latihan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar penghargaan, tim Rivera memandang bahwa pengalaman ini adalah hal yang paling berharga. Hafiedz menyoroti pentingnya proses dalam pencapaian ITS mewakili ajang ABU Robocon 2025 ini. “Penghargaan hanyalah benda duniawi biasa, yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, berkembang, dan semangat keras untuk juara,” tegasnya menyemangati.
(nnz)
Lihat Juga :