APERTI BUMN Luncurkan Program Kuliah Bersama dan Joint Research untuk Mahasiswa
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Adapun persyaratan umum pendaftaran, antara lain telah menempuh minimal dua semester, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 2,75 dari skala 4,0, serta berstatus mahasiswa aktif.
Peserta juga wajib memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing akademik atau ketua program studi di perguruan tinggi asal.
Pendaftaran mahasiswa dibuka mulai 25 Agustus hingga 7 September 2025. Setelah itu, data akan diverifikasi oleh perguruan tinggi asal sebelum mahasiswa dinyatakan diterima oleh kampus tujuan. Perkuliahan bersama dijadwalkan mulai 15 September 2025.
Selain perkuliahan, Aperti BUMN juga menyiapkan program riset bersama. Seperti ITPLN dan UPER telah menyepakati enam judul penelitian, masing-masing tiga judul dikerjakan di tiap kampus. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan riset terapan yang bisa langsung menjawab tantangan energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan tren pendidikan tinggi global yang semakin menekankan kolaborasi lintas batas. Mahasiswa tidak lagi terkungkung dalam tembok kampusnya, tetapi bebas menimba ilmu dari berbagai universitas yang memiliki kekuatan akademik berbeda.
“Kalau mahasiswa, dosen dan sivitas akademika lain terbiasa bekerja lintas kampus, mereka akan lebih adaptif menghadapi tantangan dunia kerja. Harapannya, kelak alumni APERTI BUMN tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga kaya pengalaman kolaborasi,” kata Prof Iwa menutup pernyataannya.
Peserta juga wajib memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing akademik atau ketua program studi di perguruan tinggi asal.
Pendaftaran mahasiswa dibuka mulai 25 Agustus hingga 7 September 2025. Setelah itu, data akan diverifikasi oleh perguruan tinggi asal sebelum mahasiswa dinyatakan diterima oleh kampus tujuan. Perkuliahan bersama dijadwalkan mulai 15 September 2025.
Selain perkuliahan, Aperti BUMN juga menyiapkan program riset bersama. Seperti ITPLN dan UPER telah menyepakati enam judul penelitian, masing-masing tiga judul dikerjakan di tiap kampus. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan riset terapan yang bisa langsung menjawab tantangan energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan tren pendidikan tinggi global yang semakin menekankan kolaborasi lintas batas. Mahasiswa tidak lagi terkungkung dalam tembok kampusnya, tetapi bebas menimba ilmu dari berbagai universitas yang memiliki kekuatan akademik berbeda.
“Kalau mahasiswa, dosen dan sivitas akademika lain terbiasa bekerja lintas kampus, mereka akan lebih adaptif menghadapi tantangan dunia kerja. Harapannya, kelak alumni APERTI BUMN tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga kaya pengalaman kolaborasi,” kata Prof Iwa menutup pernyataannya.
(nnz)
Lihat Juga :