APERTI BUMN Luncurkan Program Kuliah Bersama dan Joint Research untuk Mahasiswa
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Dalam program kuliah bersama, Universitas Pertamina (UPER) misalnya, menawarkan mata kuliah Pembangunan Berkelanjutan. Lewat perkuliahan ini, mahasiswa diperkenalkan pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) PBB, dari isu kemiskinan, energi bersih, hingga tata kelola pemerintahan. Di akhir sesi, mereka ditantang membuat video pendek bertema SDGs yang aplikatif.
Sedangkan di Institut Teknologi PLN (ITPLN), tersedia mata kuliah Transisi Energi dan Lingkungan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sesuai mandat UU No. 32/2009.
“Kuliah ini melatih calon insinyur untuk berpikir teknis sekaligus bertanggung jawab terhadap dampak ekologis dari setiap proyek,” kata Iwa yang juga rektor ITPLN.
Kampus lain juga menawarkan menu serupa. Telkom University misalnya mengajarkan Kewirausahaan melalui praktik penyusunan business plan dan simulasi market day. Sedangkan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menghadirkan Technopreneurship yang mendorong mahasiswa mengembangkan ide bisnis berbasis teknologi dengan pendekatan studi kasus.
Di lokasi yang sama, Direktur Eksekutif APERTI BUMN, Nadia Paramitha menambahkan, pihaknya akan segera menggelar sosialisasi masif kepada mahasiswa agar program ini cepat terserap.
“Mahasiswa nantinya akan mengisi form pendaftaran melalui sistem yang terkoneksi dengan UPER. Penilaian tetap dilakukan oleh dosen dari kampus penyelenggara, dan peserta akan mendapat sertifikat resmi,” ucap Nadia.
Dalam program kuliah bersama ini, ungkap Nadia, mata kuliah yang diambil mahasiswa dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) setara di kampus asal.
"Selain itu, program ini juga akan memperluas pengalaman akademik mahasiswa lintas institusi dan mempererat kolaborasi antarperguruan tinggi anggota APERTI," katanya.
Sedangkan di Institut Teknologi PLN (ITPLN), tersedia mata kuliah Transisi Energi dan Lingkungan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sesuai mandat UU No. 32/2009.
“Kuliah ini melatih calon insinyur untuk berpikir teknis sekaligus bertanggung jawab terhadap dampak ekologis dari setiap proyek,” kata Iwa yang juga rektor ITPLN.
Kampus lain juga menawarkan menu serupa. Telkom University misalnya mengajarkan Kewirausahaan melalui praktik penyusunan business plan dan simulasi market day. Sedangkan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menghadirkan Technopreneurship yang mendorong mahasiswa mengembangkan ide bisnis berbasis teknologi dengan pendekatan studi kasus.
Di lokasi yang sama, Direktur Eksekutif APERTI BUMN, Nadia Paramitha menambahkan, pihaknya akan segera menggelar sosialisasi masif kepada mahasiswa agar program ini cepat terserap.
“Mahasiswa nantinya akan mengisi form pendaftaran melalui sistem yang terkoneksi dengan UPER. Penilaian tetap dilakukan oleh dosen dari kampus penyelenggara, dan peserta akan mendapat sertifikat resmi,” ucap Nadia.
Dalam program kuliah bersama ini, ungkap Nadia, mata kuliah yang diambil mahasiswa dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) setara di kampus asal.
"Selain itu, program ini juga akan memperluas pengalaman akademik mahasiswa lintas institusi dan mempererat kolaborasi antarperguruan tinggi anggota APERTI," katanya.
Lihat Juga :