Mendunia, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Resmi Dibuka di Universitas Al-Azhar Kairo
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Konsorsium ini mendukung penyusunan kurikulum, penyediaan dosen, hingga pertukaran akademik. Selain itu, KBRI Kairo bersama Badan Bahasa, Kemendikdasmen aktif melakukan koordinasi intensif dengan Al-Azhar sepanjang 2023–2025, termasuk pertemuan dengan Rektor Universitas Al-Azhar dan Grand Syekh Al-Azhar.
Sebagai bentuk komitmen, Indonesia dapat mengirim empat dosen pengajar bahasa Indonesia secara berkelanjutan untuk mendukung operasional prodi.
Minat mahasiswa terhadap bahasa Indonesia juga terus meningkat. Pada tahun akademik 2024/2025 tercatat 51 mahasiswa memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, terdiri atas 28 mahasiswa tingkat II dan 10 mahasiswa tingkat I.
Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dibukanya program studi resmi. Dengan demikian, bahasa Indonesia kini sejajar dengan bahasa internasional lain yang diajarkan di Al-Azhar, seperti bahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan Arab.
Pemerintah Indonesia menilai pendirian prodi ini sebagai langkah strategis dalam penguatan diplomasi budaya. Selain mempererat hubungan bilateral Indonesia–Mesir, dari sisi aspek akademik, pendirian prodi ini juga memiliki nilai strategis untuk memperkuat pemahaman Islam moderat.
Selanjutnya, dengan dukungan yang berkelanjutan dari perguruan tinggi di Indonesia, program ini diharapkan menjadi simbol persahabatan sekaligus kerja sama resiprokal antara Indonesia dan Mesir.
Sebagai bentuk komitmen, Indonesia dapat mengirim empat dosen pengajar bahasa Indonesia secara berkelanjutan untuk mendukung operasional prodi.
Minat mahasiswa terhadap bahasa Indonesia juga terus meningkat. Pada tahun akademik 2024/2025 tercatat 51 mahasiswa memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, terdiri atas 28 mahasiswa tingkat II dan 10 mahasiswa tingkat I.
Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dibukanya program studi resmi. Dengan demikian, bahasa Indonesia kini sejajar dengan bahasa internasional lain yang diajarkan di Al-Azhar, seperti bahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan Arab.
Pemerintah Indonesia menilai pendirian prodi ini sebagai langkah strategis dalam penguatan diplomasi budaya. Selain mempererat hubungan bilateral Indonesia–Mesir, dari sisi aspek akademik, pendirian prodi ini juga memiliki nilai strategis untuk memperkuat pemahaman Islam moderat.
Selanjutnya, dengan dukungan yang berkelanjutan dari perguruan tinggi di Indonesia, program ini diharapkan menjadi simbol persahabatan sekaligus kerja sama resiprokal antara Indonesia dan Mesir.
(nnz)
Lihat Juga :