Mendunia, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Resmi Dibuka di Universitas Al-Azhar Kairo
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Namun, antusiasme pemelajar BIPA terus meningkat, hingga pada 2019 bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa pilihan kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Status tersebut kemudian menjadi landasan penting dalam pengembangan menuju program studi penuh yang kini telah resmi disahkan.
Baca juga: Perkuat Literasi, Badan Bahasa Distribusikan 21 Juta Buku Bacaan ke Puluhan Ribu Sekolah
Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menyambut baik keputusan Majelis Tinggi Al-Azhar ini sebagai peluang emas untuk mengukuhkan diplomasi lunak.
Bahasa Indonesia diharapkan mampu sejajar dengan bahasa-bahasa dunia lainnya di Universitas Al-Azhar. Para alumni prodi ini diharapkan dapat menjembatani budaya dan bahasa. Selain itu, mereka juga berpotensi untuk berkontribusi dalam pusat kajian Islam internasional di Asia Tenggara.
“Pendirian program studi bahasa Indonesia ini tidak hanya menguntungkan dunia akademik, tetapi juga memperkuat posisi strategis Indonesia di dunia internasional, terutama dalam upaya meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional,” ucap Hafidz, melalui siaran pers, Sabtu (29/8/2025).
Proses pendirian prodi juga melibatkan konsorsium perguruan tinggi Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.
Baca juga: Perkuat Literasi, Badan Bahasa Distribusikan 21 Juta Buku Bacaan ke Puluhan Ribu Sekolah
Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menyambut baik keputusan Majelis Tinggi Al-Azhar ini sebagai peluang emas untuk mengukuhkan diplomasi lunak.
Bahasa Indonesia diharapkan mampu sejajar dengan bahasa-bahasa dunia lainnya di Universitas Al-Azhar. Para alumni prodi ini diharapkan dapat menjembatani budaya dan bahasa. Selain itu, mereka juga berpotensi untuk berkontribusi dalam pusat kajian Islam internasional di Asia Tenggara.
“Pendirian program studi bahasa Indonesia ini tidak hanya menguntungkan dunia akademik, tetapi juga memperkuat posisi strategis Indonesia di dunia internasional, terutama dalam upaya meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional,” ucap Hafidz, melalui siaran pers, Sabtu (29/8/2025).
Proses pendirian prodi juga melibatkan konsorsium perguruan tinggi Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.
Lihat Juga :