Profil Pendidikan Zetro Leonardo Purba, Staf KBRI yang Tewas Ditembak di Peru
Selasa, 02 September 2025 - 15:39 WIB
loading...
Insiden tragis menimpa Zetro Leonardo Purba, Staf KBRI yang tewas ditembak tiga kali di jalanan Kota Lima, Peru. Foto/Ist.
A
A
A
JAKARTA - Sebuah insiden tragis menimpa Zetro Leonardo Purba , staf KBRI yang tewas ditembak tiga kali di jalanan Kota Lima, Peru. Diplomat berusia 40 tahun itu bahkan ditembak ketika ia tengah bersepeda bersama istrinya.
Zetro adalah penata Kanselerai Muda di Kedutaan Besar Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima, Peru. Insiden penembakan ini terjadi pada Senin malam (1/9) di distrik Lince, Kawasan permukiman di ibu kota Peru.
Baca juga: Ditembak 3 Kali, Diplomat Indonesia Meninggal di Peru
Korban ditembak tiga kali oleh seorang pria bersenjata, hanya beberapa meter dari apartemen yang mereka tempati. Korban sempat dilarikan ke Klinik Javier Prado, namun nyawanya tidak tertolong dan dokter menyatakan ia meninggal dunia.
Sang istri selamat tanpa luka fisik dan kini berada dalam perlindungan Kepolisian setempat. Kepolisian Nasional Peru bersama tim forensik segera melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti. Hingga kini, motif penyerangan belum diketahui dan semua kemungkinan masih terbuka.
Baca juga: Tragis, Diplomat RI di Peru Tewas Ditembak Tiga Kali di Jalanan Lima
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pun telah menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Zetro Leonardo Purba, yang ditembak di jalanan Kota Lima, Peru saat bersepeda Bersama istrinya.
Menlu Sugiono pun menyatakan dengan tegas bahwa peristiwa penembakan itu akan diusut tuntas. Pemerintah Indonesia juga telah meminta Kementerian Luar Negeri Peru dan kepolisian setempat untuk menyelidiki kasus ini.
Baca juga: Menlu Tegaskan Penembakan Diplomat Indonesia di Peru Akan Diusut Tuntas
Peristiwa tragis menimpa diplomat muda Zetro Leonardo Purba pada Senin (1/9/2025) di Kota Lima, Peru. Ia ditembak sebanyak tiga kali oleh orang tak dikenal.
Tidak banyak informasi mengenai pendidikan Zetro. Namun berdasarkan laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Zetro Leonardo Purba menempuh pendidikan tinggi di Universitas Pancasila (UP) pada 9 September 2007 dan mengambil jurusan S1 Akuntansi.
Ketika dikonfirmasi, Humas Universitas Pancasila pun telah membenarkan bahwa Zetro Leonardo Putra adalah salah satu alumninya. Selain itu, Zetro juga memegang sertifikasi Bendahara Negara Tersertifikasi (BNT) pada 6 Juni 2018.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, Emanuela, Zefanya, dan Zebadia. Menlu Sugiono pun menyampaikan agar keluarga tetap tabah dan tegar menghadapi musibah yang berat ini.
Zetro adalah penata Kanselerai Muda di Kedutaan Besar Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima, Peru. Insiden penembakan ini terjadi pada Senin malam (1/9) di distrik Lince, Kawasan permukiman di ibu kota Peru.
Baca juga: Ditembak 3 Kali, Diplomat Indonesia Meninggal di Peru
Korban ditembak tiga kali oleh seorang pria bersenjata, hanya beberapa meter dari apartemen yang mereka tempati. Korban sempat dilarikan ke Klinik Javier Prado, namun nyawanya tidak tertolong dan dokter menyatakan ia meninggal dunia.
Sang istri selamat tanpa luka fisik dan kini berada dalam perlindungan Kepolisian setempat. Kepolisian Nasional Peru bersama tim forensik segera melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti. Hingga kini, motif penyerangan belum diketahui dan semua kemungkinan masih terbuka.
Baca juga: Tragis, Diplomat RI di Peru Tewas Ditembak Tiga Kali di Jalanan Lima
Riwayat Pendidikan Zetro Leonardo Purba
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pun telah menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Zetro Leonardo Purba, yang ditembak di jalanan Kota Lima, Peru saat bersepeda Bersama istrinya.
Menlu Sugiono pun menyatakan dengan tegas bahwa peristiwa penembakan itu akan diusut tuntas. Pemerintah Indonesia juga telah meminta Kementerian Luar Negeri Peru dan kepolisian setempat untuk menyelidiki kasus ini.
Baca juga: Menlu Tegaskan Penembakan Diplomat Indonesia di Peru Akan Diusut Tuntas
Peristiwa tragis menimpa diplomat muda Zetro Leonardo Purba pada Senin (1/9/2025) di Kota Lima, Peru. Ia ditembak sebanyak tiga kali oleh orang tak dikenal.
Tidak banyak informasi mengenai pendidikan Zetro. Namun berdasarkan laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Zetro Leonardo Purba menempuh pendidikan tinggi di Universitas Pancasila (UP) pada 9 September 2007 dan mengambil jurusan S1 Akuntansi.
Ketika dikonfirmasi, Humas Universitas Pancasila pun telah membenarkan bahwa Zetro Leonardo Putra adalah salah satu alumninya. Selain itu, Zetro juga memegang sertifikasi Bendahara Negara Tersertifikasi (BNT) pada 6 Juni 2018.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, Emanuela, Zefanya, dan Zebadia. Menlu Sugiono pun menyampaikan agar keluarga tetap tabah dan tegar menghadapi musibah yang berat ini.
(nnz)
Lihat Juga :