Pendidikan PM Jepang Shigeru Ishiba yang Mundur setelah Memimpin Kurang dari Setahun
Selasa, 09 September 2025 - 16:03 WIB
loading...
Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, resmi mengundurkan diri pada Minggu (7/9/2025) malam. Foto/jiji.
A
A
A
JEPANG - Perdana Menteri Jepang , Shigeru Ishiba, resmi mengundurkan diri pada Minggu (7/9/2025) malam. Keputusan ini diambil menyusul desakan yang meningkat dari internal Partai Demokrat Liberal (LDP) agar ia bertanggung jawab atas kekalahan bersejarah partai tersebut dalam pemilu parlemen Juli lalu.
Melansir AFP, Ishiba menyebut waktunya tepat untuk mundur setelah negosiasi tarif dengan Amerika Serikat mencapai kesimpulan.
“Sekarang negosiasi mengenai langkah-langkah tarif AS telah mencapai kesimpulan, saya yakin ini adalah saat yang tepat,” ujar Ishiba dalam konferensi pers.
Baca juga: Hadapi Krisis Kepemimpinan, PM Jepang Pilih Mundur
“Saya telah memutuskan untuk mundur dan memberi jalan bagi generasi berikutnya,” tambahnya.
Politikus berusia 68 tahun itu sebelumnya menolak desakan dari faksi kanan di partainya. Ia beralasan ingin menghindari kekosongan kepemimpinan politik di tengah tantangan besar Jepang, mulai dari tarif impor Amerika Serikat, kenaikan harga, hingga meningkatnya ketegangan di kawasan Asia-Pasifik.
Masa kepemimpinan Ishiba yang hanya kurang dari satu tahun mencerminkan rapuhnya pemerintahan minoritas Jepang. Meski dikenal sebagai sosok moderat dan independen, Ishiba mengaku menyesal tidak mampu memenuhi harapan rakyat. Ia juga memastikan tidak akan maju kembali dalam pemilihan ketua partai berikutnya.
Baca juga: Mantan Menlu Jepang Calonkan Diri Jadi Ketua LDP
Proses pemilihan penggantinya dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Hingga saat itu, Ishiba tetap menjabat perdana menteri sampai parlemen meresmikan pemimpin baru.
Shigeru Ishiba lahir pada 4 Februari 1957 di Tokyo, Jepang. Setahun kemudian, ia pindah ke Prefektur Tottori ketika ayahnya, Jiro Ishiba, menjabat sebagai gubernur daerah tersebut. Jiro Ishiba kemudian dikenal sebagai Menteri Dalam Negeri di era Perdana Menteri Suzuki Zenko. Sementara itu, ibunya berprofesi sebagai guru bahasa Jepang.
Ishiba menempuh pendidikan dasar dan menengah pertama di Prefektur Tottori. Setelah itu, ia pindah ke wilayah metropolitan Tokyo-Yokohama untuk melanjutkan pendidikan di Keio Senior High School.
Baca juga:
Setelah lulus SMA, Ishiba melanjutkan studi hukum di Universitas Keio, salah satu kampus bergengsi di Tokyo, dan berhasil meraih gelar sarjana hukum pada 1979.
Pasca lulus, Ishiba sempat bekerja di Mitsui Bank (kini bernama Sumitomo Mitsui Banking Corporation) selama sekitar empat tahun. Pada 1983, ia menikah dengan Yoshiko Ishiba dan dikaruniai dua putri.
Dengan latar belakang pendidikan hukum dan pengalaman profesional di sektor perbankan, Ishiba kemudian terjun ke dunia politik. Fokus awalnya adalah bidang pertanian, sebelum akhirnya meniti karier panjang di sektor pertahanan dan keamanan, termasuk mengusulkan aliansi militer bergaya NATO di Asia.
Demikian Riwayat Pendidikan PM Jepang Shigeru Ishiba yang mengundurkan diri setelah berkuasa kurang dari satu tahun. Semoga informasi ini bermanfaat.
Melansir AFP, Ishiba menyebut waktunya tepat untuk mundur setelah negosiasi tarif dengan Amerika Serikat mencapai kesimpulan.
“Sekarang negosiasi mengenai langkah-langkah tarif AS telah mencapai kesimpulan, saya yakin ini adalah saat yang tepat,” ujar Ishiba dalam konferensi pers.
Baca juga: Hadapi Krisis Kepemimpinan, PM Jepang Pilih Mundur
“Saya telah memutuskan untuk mundur dan memberi jalan bagi generasi berikutnya,” tambahnya.
Politikus berusia 68 tahun itu sebelumnya menolak desakan dari faksi kanan di partainya. Ia beralasan ingin menghindari kekosongan kepemimpinan politik di tengah tantangan besar Jepang, mulai dari tarif impor Amerika Serikat, kenaikan harga, hingga meningkatnya ketegangan di kawasan Asia-Pasifik.
Masa kepemimpinan Ishiba yang hanya kurang dari satu tahun mencerminkan rapuhnya pemerintahan minoritas Jepang. Meski dikenal sebagai sosok moderat dan independen, Ishiba mengaku menyesal tidak mampu memenuhi harapan rakyat. Ia juga memastikan tidak akan maju kembali dalam pemilihan ketua partai berikutnya.
Baca juga: Mantan Menlu Jepang Calonkan Diri Jadi Ketua LDP
Proses pemilihan penggantinya dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Hingga saat itu, Ishiba tetap menjabat perdana menteri sampai parlemen meresmikan pemimpin baru.
Riwayat Pendidikan Shigeru Ishiba
Shigeru Ishiba lahir pada 4 Februari 1957 di Tokyo, Jepang. Setahun kemudian, ia pindah ke Prefektur Tottori ketika ayahnya, Jiro Ishiba, menjabat sebagai gubernur daerah tersebut. Jiro Ishiba kemudian dikenal sebagai Menteri Dalam Negeri di era Perdana Menteri Suzuki Zenko. Sementara itu, ibunya berprofesi sebagai guru bahasa Jepang.
Ishiba menempuh pendidikan dasar dan menengah pertama di Prefektur Tottori. Setelah itu, ia pindah ke wilayah metropolitan Tokyo-Yokohama untuk melanjutkan pendidikan di Keio Senior High School.
Baca juga:
Setelah lulus SMA, Ishiba melanjutkan studi hukum di Universitas Keio, salah satu kampus bergengsi di Tokyo, dan berhasil meraih gelar sarjana hukum pada 1979.
Pasca lulus, Ishiba sempat bekerja di Mitsui Bank (kini bernama Sumitomo Mitsui Banking Corporation) selama sekitar empat tahun. Pada 1983, ia menikah dengan Yoshiko Ishiba dan dikaruniai dua putri.
Dengan latar belakang pendidikan hukum dan pengalaman profesional di sektor perbankan, Ishiba kemudian terjun ke dunia politik. Fokus awalnya adalah bidang pertanian, sebelum akhirnya meniti karier panjang di sektor pertahanan dan keamanan, termasuk mengusulkan aliansi militer bergaya NATO di Asia.
Demikian Riwayat Pendidikan PM Jepang Shigeru Ishiba yang mengundurkan diri setelah berkuasa kurang dari satu tahun. Semoga informasi ini bermanfaat.
(nnz)
Lihat Juga :