Jejak Pendidikan Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah Pertama Republik Indonesia
Rabu, 10 September 2025 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, ia melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Brawijaya, Malang, dan meraih gelar Sarjana pada tahun 1985. Tidak berhenti sampai di situ, Gus Irfan mengambil pendidikan pascasarjana di universitas yang sama dan lulus dengan gelar Magister pada 2002.
Puncak akademiknya diraih pada Februari 2025, saat Gus Irfan berhasil menyelesaikan program Doktoral Manajemen Pendidikan Islam (S3) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki), Malang. Disertasinya mengangkat tema kepemimpinan transformasional KH Muhammad Yusuf Hasyim dalam melestarikan tradisi pesantren Tebuireng di Jombang.
Baca juga: Profil Gus Irfan, Cucu KH Hasyim Asy'ari yang Jadi Menteri Haji dan Umrah
Selain berkarier di ranah akademis, Gus Irfan juga aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Pesantren Tebuireng (1989-2006) dan aktif dalam beberapa lembaga NU seperti RMI Jawa Timur dan Lembaga Perekonomian NU. Pada Pemilu 2024, ia terpilih menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra dengan perolehan suara sebanyak 77.433 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII.
Namun, jabatannya di DPR dilepaskan setelah diangkat menjadi Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) pada 22 Oktober 2024. Kini, dengan transformasi BP Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah yang direncanakan mulai 2026, Gus Irfan dipercaya menjadi menteri pertama yang memimpin kementerian ini.
Puncak akademiknya diraih pada Februari 2025, saat Gus Irfan berhasil menyelesaikan program Doktoral Manajemen Pendidikan Islam (S3) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki), Malang. Disertasinya mengangkat tema kepemimpinan transformasional KH Muhammad Yusuf Hasyim dalam melestarikan tradisi pesantren Tebuireng di Jombang.
Baca juga: Profil Gus Irfan, Cucu KH Hasyim Asy'ari yang Jadi Menteri Haji dan Umrah
Selain berkarier di ranah akademis, Gus Irfan juga aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Pesantren Tebuireng (1989-2006) dan aktif dalam beberapa lembaga NU seperti RMI Jawa Timur dan Lembaga Perekonomian NU. Pada Pemilu 2024, ia terpilih menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra dengan perolehan suara sebanyak 77.433 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII.
Namun, jabatannya di DPR dilepaskan setelah diangkat menjadi Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) pada 22 Oktober 2024. Kini, dengan transformasi BP Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah yang direncanakan mulai 2026, Gus Irfan dipercaya menjadi menteri pertama yang memimpin kementerian ini.
Lihat Juga :