Generasi Muda dan Mahasiswa Dilibatkan dalam Pelestarian Habitat Monyet Bekantan
Rabu, 10 September 2025 - 14:29 WIB
loading...
A
A
A
Melalui penanaman mangrove rambai, diharapkan kualitas ekosistem pulau ini dapat semakin terjaga dan mampu mendukung keberlangsungan populasi bekantan. Selain itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan program edukasi bertajuk Sekolah Konservasi.
“Sejak tahun 2018, kami secara rutin melaksanakan program CSR dengan fokus pada sektor lingkungan. Tahun ini, kami memilih pelestarian monyet bekantan karena habitatnya berada di Kalimantan, yang juga merupakan area penting bagi sektor pertambangan dan industri alat berat tempat fokus perusahaan kami. Kami percaya bahwa Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia adalah mitra yang tepat untuk merealisasikan program ini, karena mereka memiliki dedikasi dalam melindungi satwa endemik ini,” ujar Ina Rosalinda, General Manager Administrative Division PT BMSI, melalui siaran pers, Rabu (10/9/2025).
Pemilihan Pulau Curiak sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna khusus. Pulau kecil di Sungai Barito ini telah lama dikenal sebagai rumah alami bekantan, namun ekosistemnya mengalami tekanan akibat aktivitas manusia dan degradasi lingkungan. Dengan menanam mangrove rambai, PT BMSI bersama SBI berupaya memperkuat ketahanan ekosistem sekaligus memperkaya keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.
Dari sisi mitra, Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia melihat program ini sebagai langkah kolaboratif yang strategis.
Amalia Rezeki, Ketua Yayasan SBI, menegaskan, pihaknya sangat mengapresiasi kepercayaan PT BMSI untuk menjadikan mereka mitra dalam program konservasi ini. Pulau Curiak merupakan salah satu benteng terakhir bagi populasi bekantan, sehingga upaya rehabilitasi habitat dengan penanaman mangrove rambai sangat penting dilakukan.
“Sejak tahun 2018, kami secara rutin melaksanakan program CSR dengan fokus pada sektor lingkungan. Tahun ini, kami memilih pelestarian monyet bekantan karena habitatnya berada di Kalimantan, yang juga merupakan area penting bagi sektor pertambangan dan industri alat berat tempat fokus perusahaan kami. Kami percaya bahwa Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia adalah mitra yang tepat untuk merealisasikan program ini, karena mereka memiliki dedikasi dalam melindungi satwa endemik ini,” ujar Ina Rosalinda, General Manager Administrative Division PT BMSI, melalui siaran pers, Rabu (10/9/2025).
Pemilihan Pulau Curiak sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna khusus. Pulau kecil di Sungai Barito ini telah lama dikenal sebagai rumah alami bekantan, namun ekosistemnya mengalami tekanan akibat aktivitas manusia dan degradasi lingkungan. Dengan menanam mangrove rambai, PT BMSI bersama SBI berupaya memperkuat ketahanan ekosistem sekaligus memperkaya keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.
Dari sisi mitra, Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia melihat program ini sebagai langkah kolaboratif yang strategis.
Amalia Rezeki, Ketua Yayasan SBI, menegaskan, pihaknya sangat mengapresiasi kepercayaan PT BMSI untuk menjadikan mereka mitra dalam program konservasi ini. Pulau Curiak merupakan salah satu benteng terakhir bagi populasi bekantan, sehingga upaya rehabilitasi habitat dengan penanaman mangrove rambai sangat penting dilakukan.
Lihat Juga :