Riwayat Pendidikan Arif Satria, Rektor IPB University yang Masuk Bursa Menteri Prabowo
Jum'at, 12 September 2025 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Tidak berhenti di situ, Arif melanjutkan studi doktoralnya ke Jepang. Pada tahun 2006, ia berhasil menyelesaikan program Doktor (S3) di Kagoshima University pada Department of Marine Social Science.
Selain menekuni dunia akademik, Arif Satria juga aktif di berbagai organisasi internasional. Pada tahun 2000, ia bergabung dengan Laboratory of International Marine Policy di Kagoshima University, Jepang. Kemudian pada tahun 2004, ia memperluas jejaring akademiknya melalui Fisheries Center di University of British Columbia, Kanada.
Baca juga: Kursi Menpora Kosong, Golkar Ajukan Nama jika Diminta Presiden
Keterlibatan ini menunjukkan kiprah global Arif dalam isu kelautan, perikanan, dan kebijakan sumber daya alam. Jejaring internasional yang dimilikinya juga menjadi nilai tambah yang membuatnya dikenal luas di komunitas akademik global.
Prestasi Arif Satria tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional. Pada tahun 2007, ia meraih penghargaan sebagai Dosen Berprestasi III IPB. Setahun kemudian, ia berhasil memenangkan penghargaan internasional bergengsi, yakni The First Winner of the JIFRS Yamamoto Prize pada ajang International Institute for Fisheries Economics and Trade (IIFET) Conference tahun 2008.
Selain itu, ia juga menerima Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa dari Menteri Pendidikan Nasional RI. Dedikasinya pada dunia akademik dan pengembangan sumber daya manusia juga membuahkan Satyalancana 10 Tahun pada 2013, serta penghargaan dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI pada tahun yang sama atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan SDM perikanan dan penyuluhan perikanan.
Demikian sekilas profil Arif Satria yang diisukan masuk kabinet Prabowo Subianto. Semoga bermanfaat.
Pengalaman Organisasi dan Jaringan Internasional
Selain menekuni dunia akademik, Arif Satria juga aktif di berbagai organisasi internasional. Pada tahun 2000, ia bergabung dengan Laboratory of International Marine Policy di Kagoshima University, Jepang. Kemudian pada tahun 2004, ia memperluas jejaring akademiknya melalui Fisheries Center di University of British Columbia, Kanada.
Baca juga: Kursi Menpora Kosong, Golkar Ajukan Nama jika Diminta Presiden
Keterlibatan ini menunjukkan kiprah global Arif dalam isu kelautan, perikanan, dan kebijakan sumber daya alam. Jejaring internasional yang dimilikinya juga menjadi nilai tambah yang membuatnya dikenal luas di komunitas akademik global.
Deretan Penghargaan Nasional dan Internasional
Prestasi Arif Satria tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional. Pada tahun 2007, ia meraih penghargaan sebagai Dosen Berprestasi III IPB. Setahun kemudian, ia berhasil memenangkan penghargaan internasional bergengsi, yakni The First Winner of the JIFRS Yamamoto Prize pada ajang International Institute for Fisheries Economics and Trade (IIFET) Conference tahun 2008.
Selain itu, ia juga menerima Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa dari Menteri Pendidikan Nasional RI. Dedikasinya pada dunia akademik dan pengembangan sumber daya manusia juga membuahkan Satyalancana 10 Tahun pada 2013, serta penghargaan dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI pada tahun yang sama atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan SDM perikanan dan penyuluhan perikanan.
Demikian sekilas profil Arif Satria yang diisukan masuk kabinet Prabowo Subianto. Semoga bermanfaat.
(nnz)
Lihat Juga :