Penulisan 5.337 Naskah Fiksi Mini Pecahkan Rekor MURI
Selasa, 16 September 2025 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, penulisan fiksi mini yang digagas Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, dapat menjadi sarana efektif untuk membudayakan membaca, meningkatkan kecakapan literasi, sekaligus menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan minat masyarakat, khususnya anak-anak.
“Sebenarnya anak-anak sekolah dan anak-anak muda itu bukan tidak berminat atau tidak mau membaca. Masalahnya ada pada lingkungan kita, yaitu bahan bacaan yang sesuai dengan minat mereka sangat jarang tersedia. Kalau bacaannya sesuai dengan minatnya, pasti mereka akan membacanya,” urainya.
Terkait kualitas fiksi mini yang dibuat di dalam kumpulan buku tersebut, Kepala Perpusnas menyampaikan, hal itu sepenuhnya ditentukan dan menjadi tanggung jawab para kurator. Selain itu, ia juga berpesan agar para penulis senantiasa terbuka terhadap kritik yang membangun.
“Saya sangat senang atas kehadiran dan pengakuan diberikan oleh MURI terhadap karya Bapak Ibu. Mudah-mudahan ini akan memotivasi Bapak Ibu, adik-adik, para siswa, para penggerak literasi dan siapapun yang ikut menulis dalam karya ini untuk kemudian menulis lagi dan menulis lagi. Jangan sampai ini adalah karya pertama dan karya terakhir,” tuturnya.
Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, menyampaikan bahwa selama masa kepengurusannya bersama Perpustakaan Nasional telah berhasil menerbitkan puluhan buku.
“Alhamdulillah, di era Pak Adin menunjuk saya sebagai Duta Baca Indonesia permintaan beliau memang tidak lagi narasi melainkan aksi dan ketika Program Indonesia Menulis secara luas direspon dengan baik, masyarakat luas mempercayai saya karena di belakang saya ada Perpustakaan Nasional yang mendukung,” jelasnya.
“Sebenarnya anak-anak sekolah dan anak-anak muda itu bukan tidak berminat atau tidak mau membaca. Masalahnya ada pada lingkungan kita, yaitu bahan bacaan yang sesuai dengan minat mereka sangat jarang tersedia. Kalau bacaannya sesuai dengan minatnya, pasti mereka akan membacanya,” urainya.
Terkait kualitas fiksi mini yang dibuat di dalam kumpulan buku tersebut, Kepala Perpusnas menyampaikan, hal itu sepenuhnya ditentukan dan menjadi tanggung jawab para kurator. Selain itu, ia juga berpesan agar para penulis senantiasa terbuka terhadap kritik yang membangun.
“Saya sangat senang atas kehadiran dan pengakuan diberikan oleh MURI terhadap karya Bapak Ibu. Mudah-mudahan ini akan memotivasi Bapak Ibu, adik-adik, para siswa, para penggerak literasi dan siapapun yang ikut menulis dalam karya ini untuk kemudian menulis lagi dan menulis lagi. Jangan sampai ini adalah karya pertama dan karya terakhir,” tuturnya.
Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, menyampaikan bahwa selama masa kepengurusannya bersama Perpustakaan Nasional telah berhasil menerbitkan puluhan buku.
“Alhamdulillah, di era Pak Adin menunjuk saya sebagai Duta Baca Indonesia permintaan beliau memang tidak lagi narasi melainkan aksi dan ketika Program Indonesia Menulis secara luas direspon dengan baik, masyarakat luas mempercayai saya karena di belakang saya ada Perpustakaan Nasional yang mendukung,” jelasnya.
Lihat Juga :