Jadi Syarat Baru SNBP 2026, 3,5 Juta Siswa Daftar Tes Kemampuan Akademik
Sabtu, 20 September 2025 - 16:35 WIB
loading...
Sejak pendaftaran dibuka pada 24 Agustus hingga 19 September 2025, tercatat sebanyak 3,5 juta murid kelas 12 sudah mendaftar program TKA. FOTO/ILUSTRASI SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Program Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapat respons positif dari siswa SMA/SMK. Sejak pendaftaran dibuka pada 24 Agustus hingga 19 September 2025, tercatat sebanyak 3,5 juta murid kelas 12 sudah mendaftar. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah karena pendaftaran masih dibuka hingga 5 Oktober 2025.
Pelaksanaan TKA dijadwalkan pada November 2025. Hasilnya akan digunakan sebagai salah satu komponen dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Berbeda dengan tahun 2025, siswa yang mengikuti SNBP mulai tahun depan wajib memiliki nilai TKA sebagai syarat pendaftaran.
Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, menegaskan TKA hadir untuk menjaga integritas seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Selama ini, panitia kerap menerima keluhan soal validasi nilai rapor yang berpotensi dimanipulasi sebelum diunggah.
"Jadi selalu ada saja keluhan soal nilai rapor yang bisa diubah sebelum di-upload dan sebagainya," jelas Eduart, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, tiga jalur utama dalam proses pendaftaran tetap berlaku yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan kuota yang masih sama seperti tahun sebelumnya. Perubahan hanya terletak pada syarat tambahan TKA untuk jalur SNBP.
"Hal yang baru untuk 2026 itu, siswa harus memiliki nilai tes kemampuan akademik, yang mana TKA ini penyelenggaraannya adalah Kemendikdasmen, yang berhubungan langsung dengan sekolah-sekolah tentunya," katanya.
Ia menambahkan, siswa perlu memahami aturan baru ini karena sertifikat TKA menjadi syarat pendaftaran SPMB 2026. Tes dijadwalkan November 2025 dengan pendaftaran sejak akhir Agustus, sementara pendaftaran universitas dimulai awal tahun sehingga peserta memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan diri.
"Terkait dengan nilai TKA yang harus dimiliki oleh siswa untuk yang ikut SNBP. Sengaja ini kami informasikan agar sejak dini orang tua sudah bisa melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terkait dengan mengontrol prestasi putra-putrinya. Siswa eligible mempunyai nilai TKA," ujarnya.
TKA merupakan validator nilai rapor, sekolah dapat bersikap jujur dalam pencantuman nilai rapor siswanya sehingga proses seleksi di PTN dapat berjalan adil dan berimbang tanpa harus diiringi kecurigaan adanya inflasi nilai rapor dari satu atau beberapa sekolah tertentu.
Menurut Eduart, TKA bertujuan untuk menguji pemahaman dan kemampuan siswa dalam bidang studi yang diujikan. Oleh karena itu, Ia menyarankan para siswa untuk melakukan persiapan, baik materi maupun mental.
Data Kemendikdasmen mencatat, hingga 19 September 2025 para pendaftar TKA berasal dari 16.065 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.372.867 siswa sudah melengkapi berkas pendaftaran.
Sementara itu, murid yang sudah menetapkan mata pelajaran pilihan yang diajukan juga cukup besar. Tercatat ada 1.057.853 murid yang memilih mata pelajaran kategori Pilihan 1, dan 1.009.590 murid yang memilih mata pelajaran kategori pilihan 2.
Pelaksanaan TKA dijadwalkan pada November 2025. Hasilnya akan digunakan sebagai salah satu komponen dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Berbeda dengan tahun 2025, siswa yang mengikuti SNBP mulai tahun depan wajib memiliki nilai TKA sebagai syarat pendaftaran.
Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, menegaskan TKA hadir untuk menjaga integritas seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Selama ini, panitia kerap menerima keluhan soal validasi nilai rapor yang berpotensi dimanipulasi sebelum diunggah.
"Jadi selalu ada saja keluhan soal nilai rapor yang bisa diubah sebelum di-upload dan sebagainya," jelas Eduart, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, tiga jalur utama dalam proses pendaftaran tetap berlaku yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan kuota yang masih sama seperti tahun sebelumnya. Perubahan hanya terletak pada syarat tambahan TKA untuk jalur SNBP.
"Hal yang baru untuk 2026 itu, siswa harus memiliki nilai tes kemampuan akademik, yang mana TKA ini penyelenggaraannya adalah Kemendikdasmen, yang berhubungan langsung dengan sekolah-sekolah tentunya," katanya.
Ia menambahkan, siswa perlu memahami aturan baru ini karena sertifikat TKA menjadi syarat pendaftaran SPMB 2026. Tes dijadwalkan November 2025 dengan pendaftaran sejak akhir Agustus, sementara pendaftaran universitas dimulai awal tahun sehingga peserta memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan diri.
"Terkait dengan nilai TKA yang harus dimiliki oleh siswa untuk yang ikut SNBP. Sengaja ini kami informasikan agar sejak dini orang tua sudah bisa melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terkait dengan mengontrol prestasi putra-putrinya. Siswa eligible mempunyai nilai TKA," ujarnya.
TKA merupakan validator nilai rapor, sekolah dapat bersikap jujur dalam pencantuman nilai rapor siswanya sehingga proses seleksi di PTN dapat berjalan adil dan berimbang tanpa harus diiringi kecurigaan adanya inflasi nilai rapor dari satu atau beberapa sekolah tertentu.
Menurut Eduart, TKA bertujuan untuk menguji pemahaman dan kemampuan siswa dalam bidang studi yang diujikan. Oleh karena itu, Ia menyarankan para siswa untuk melakukan persiapan, baik materi maupun mental.
Data Kemendikdasmen mencatat, hingga 19 September 2025 para pendaftar TKA berasal dari 16.065 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.372.867 siswa sudah melengkapi berkas pendaftaran.
Sementara itu, murid yang sudah menetapkan mata pelajaran pilihan yang diajukan juga cukup besar. Tercatat ada 1.057.853 murid yang memilih mata pelajaran kategori Pilihan 1, dan 1.009.590 murid yang memilih mata pelajaran kategori pilihan 2.
(abd)
Lihat Juga :