Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Budi Luhur, Puskesdes Gunung Bunder I Kembangkan Aplikasi Digital
Selasa, 23 September 2025 - 12:19 WIB
loading...
Melalui dukungan program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Budi Luhur, Puskesdes Gunung Bunder I tengah mengembangkan aplikasi digital Puskesdes Online. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Layanan kesehatan di Desa Gunung Bunder I, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai menerapkan digitalisasi. Melalui dukungan program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Budi Luhur , Puskesdes Gunung Bunder I tengah mengembangkan aplikasi digital Puskesdes Online.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan mengenai literasi kesehatan serta penggunaan teknologi kesehatan. Tahap awal program ini menghadirkan sejumlah alat kesehatan (alkes) modern seperti tensimeter digital, stetoskop, alat cek gula darah, hingga nebulizer. Perangkat tersebut diharapkan mampu mempercepat deteksi dini penyakit serta meningkatkan mutu layanan kesehatan dasar warga.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat untuk Puskesdes Gunung Bunder I, Bambang Pujiyono, yang merupakan dosen Universitas Budi Luhur. "Inovasi yang sangat membantu pelayanan puskesdes kepada masyarakat adalah aplikasi Puskesdes Online.
Baca Juga: Universitas Budi Luhur Luncurkan Prodi Pariwisata, Ini Keunggulannya
Aplikasi ini memuat fitur pendaftaran pasien, sistem antrean digital, dan pencatatan rekam medis sederhana. Saat ini progres pengembangan aplikasi telah mencapai 90 persen dan mulai diuji coba di kegiatan posyandu. Dengan sistem ini, data kesehatan warga dapat terdokumentasi lebih baik dan layanan jadi lebih cepat," ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Kepala Desa Gunung Bunder I Alamsyah mengapresiasi kolaborasi tersebut. "Kami berharap Puskesdes Online menjadi solusi digital yang memudahkan warga sekaligus mendukung program pemerintah daerah menuju desa berbasis teknologi," katanya.
Selain itu, sebanyak 12 kader puskesdes mengikuti pelatihan intensif untuk menguasai penggunaan alkes sekaligus literasi layanan kesehatan. "Kader kini lebih percaya diri melayani warga karena terbiasa menggunakan alkes modern," kata Bidan Ana, tenaga kesehatan.
Pembiayaan program tersebut merupakan hibah Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025. Melalui inovasi digital ini diharapkan Puskesdes Gunung Bunder I menjadi model bagi desa lain dalam mengembangkan layanan kesehatan berbasis teknologi, dengan dukungan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan mengenai literasi kesehatan serta penggunaan teknologi kesehatan. Tahap awal program ini menghadirkan sejumlah alat kesehatan (alkes) modern seperti tensimeter digital, stetoskop, alat cek gula darah, hingga nebulizer. Perangkat tersebut diharapkan mampu mempercepat deteksi dini penyakit serta meningkatkan mutu layanan kesehatan dasar warga.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat untuk Puskesdes Gunung Bunder I, Bambang Pujiyono, yang merupakan dosen Universitas Budi Luhur. "Inovasi yang sangat membantu pelayanan puskesdes kepada masyarakat adalah aplikasi Puskesdes Online.
Baca Juga: Universitas Budi Luhur Luncurkan Prodi Pariwisata, Ini Keunggulannya
Aplikasi ini memuat fitur pendaftaran pasien, sistem antrean digital, dan pencatatan rekam medis sederhana. Saat ini progres pengembangan aplikasi telah mencapai 90 persen dan mulai diuji coba di kegiatan posyandu. Dengan sistem ini, data kesehatan warga dapat terdokumentasi lebih baik dan layanan jadi lebih cepat," ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Kepala Desa Gunung Bunder I Alamsyah mengapresiasi kolaborasi tersebut. "Kami berharap Puskesdes Online menjadi solusi digital yang memudahkan warga sekaligus mendukung program pemerintah daerah menuju desa berbasis teknologi," katanya.
Selain itu, sebanyak 12 kader puskesdes mengikuti pelatihan intensif untuk menguasai penggunaan alkes sekaligus literasi layanan kesehatan. "Kader kini lebih percaya diri melayani warga karena terbiasa menggunakan alkes modern," kata Bidan Ana, tenaga kesehatan.
Pembiayaan program tersebut merupakan hibah Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025. Melalui inovasi digital ini diharapkan Puskesdes Gunung Bunder I menjadi model bagi desa lain dalam mengembangkan layanan kesehatan berbasis teknologi, dengan dukungan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.
(zik)
Lihat Juga :