5 Ilmuwan UIN Masuk Daftar Top 2% Peneliti Dunia Versi Stanford-Elsevier 2025
Rabu, 24 September 2025 - 17:33 WIB
loading...
A
A
A
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim, menegaskan bahwa capaian ini lahir dari tata kelola riset yang kuat. “Kami membangun research road-mapping, memperkuat etika riset, menyediakan unit pendampingan publikasi, hingga menjalin kerja sama dengan penerbit dan asosiasi ilmiah. Standardisasi data riset dan manajemen yang akuntabel di PTKIN menjadi kunci agar hasilnya terukur di indeks global,” ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (24/9/2025).
Baca juga: KSTI 2025 Hadirkan Ilmuwan Fisika Peraih Nobel, Indonesia Mantapkan Arah Riset
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen-peneliti. “Kami memperluas program research clinic, mentoring publikasi bereputasi, serta hibah kolaboratif lintas kampus dan negara. Lima nama ini adalah bukti bahwa PTKIN siap bersaing secara global. Target ke depan bukan hanya masuk daftar, tetapi menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi bangsa,” jelasnya.
Sahiron juga menyebutkan tiga makna strategis dari prestasi ini. Pertama, memberikan legitimasi ilmiah internasional karena riset PTKIN diakui melalui metrik global yang objektif. Kedua, menjadi pendorong kultur akademik agar dosen dan mahasiswa semakin termotivasi menulis di jurnal bereputasi dan berkolaborasi lintas disiplin. Ketiga, memperkuat mutu kebijakan, kurikulum, serta pengabdian masyarakat berbasis bukti.
Kemenag menegaskan, pencapaian tahun 2025 akan dijadikan titik awal akselerasi riset PTKIN. Fokus utama diarahkan pada penguatan kolaborasi riset nasional dan internasional, penerapan open science, literasi data dan AI untuk penelitian, serta peningkatan kualitas penulisan hibah dan visibilitas riset di tingkat global.
Baca juga: KSTI 2025 Hadirkan Ilmuwan Fisika Peraih Nobel, Indonesia Mantapkan Arah Riset
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen-peneliti. “Kami memperluas program research clinic, mentoring publikasi bereputasi, serta hibah kolaboratif lintas kampus dan negara. Lima nama ini adalah bukti bahwa PTKIN siap bersaing secara global. Target ke depan bukan hanya masuk daftar, tetapi menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi bangsa,” jelasnya.
Sahiron juga menyebutkan tiga makna strategis dari prestasi ini. Pertama, memberikan legitimasi ilmiah internasional karena riset PTKIN diakui melalui metrik global yang objektif. Kedua, menjadi pendorong kultur akademik agar dosen dan mahasiswa semakin termotivasi menulis di jurnal bereputasi dan berkolaborasi lintas disiplin. Ketiga, memperkuat mutu kebijakan, kurikulum, serta pengabdian masyarakat berbasis bukti.
Kemenag menegaskan, pencapaian tahun 2025 akan dijadikan titik awal akselerasi riset PTKIN. Fokus utama diarahkan pada penguatan kolaborasi riset nasional dan internasional, penerapan open science, literasi data dan AI untuk penelitian, serta peningkatan kualitas penulisan hibah dan visibilitas riset di tingkat global.
(nnz)
Lihat Juga :