FSRD IKJ Gelar Pameran Distrak #4 dan Kriya Kini #6 di TIM, Angkat Tema Distraksi hingga Kemanusiaan
Jum'at, 26 September 2025 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
Distraksi bahkan bisa melahirkan ruang alternatif, tempat gagasan yang tersembunyi menemukan bentuknya. Karya-karya dalam pameran ini dapat dibaca sebagai undangan untuk memasuki momen-momen distraksi. Ia mungkin terasa ringan seperti hiburan, mungkin juga mengusik, atau justru menyingkap sesuatu yang selama ini terlewat.
"Dalam semua kemungkinan itu, distraksi menghadirkan peluang untuk menengok ulang realitas yang kita jalani bersama. Alih-alih dimaknai sekadar pengalih perhatian, Distrak #4 melihat distraksi sebagai jeda. Jeda yang memberi kesempatan untuk menata ulang pandangan kita, dan dalam momen itu, barangkali muncul cara lain untuk melihat keseharian yang terasa akrab, tapi sebenarnya penuh kemungkinan," tambahnya.
Distraksi juga dapat dipahami sebagai penundaan kecil dari arus yang terlalu cepat. Ia tidak selalu berarti kehilangan fokus, melainkan ruang singkat untuk memperhatikan yang sering luput atau merasakan hal-hal yang jarang kita beri waktu. Dengan begitu, distraksi menjadi bagian dari pengalaman bersama yang ditawarkan pameran ini: sederhana, kadang ringan, mungkin juga mengusik, namun selalu membuka peluang untuk menemukan kembali dunia dari sudut yang berbeda.
Sedangkan pameran Kriya Kini pada tahun ini merupakan yang ke 6 kalinya dilaksanakan pameran ini mengikutsertakan dosen, mahasiswa dan para alumni Prodi Kriya Seni, pada tahun ini Pameran Kriya Kini mengangkat konsep Art Craft And Humanities yang bermaksud bahwa keanekaragaman karya dari para peserta pameran terlahir dengan latar belakang yang tidak terpisahkan dari nilai kemanusiaan dalam proses penciptaan karyanya, mencakup nilai estetika (keindahan), moral dan etika (pelestarian budaya, tanggung jawab sosial), spiritual dan religius (makna mendalam dalam praktik), serta praktis dan fungsional (kegunaan benda).
Humanities juga berperan dalam memahami ekspresi manusia, pengetahuan dan analisis kritis, serta kreativitas yang terkandung dalam setiap karya kriya, di mana seniman mengeksplorasi bentuk dan nilai-nilai kemanusiaan lainnya. Seni kriya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia selama berabad-abad, dengan kehadiran yang stabil dan konsisten, meskipun dalam perjalanan yang pelan namun pasti seni kriya tetap menjadi kekuatan yang tak terbantahkan dalam industri kreatif.
"Dalam semua kemungkinan itu, distraksi menghadirkan peluang untuk menengok ulang realitas yang kita jalani bersama. Alih-alih dimaknai sekadar pengalih perhatian, Distrak #4 melihat distraksi sebagai jeda. Jeda yang memberi kesempatan untuk menata ulang pandangan kita, dan dalam momen itu, barangkali muncul cara lain untuk melihat keseharian yang terasa akrab, tapi sebenarnya penuh kemungkinan," tambahnya.
Distraksi juga dapat dipahami sebagai penundaan kecil dari arus yang terlalu cepat. Ia tidak selalu berarti kehilangan fokus, melainkan ruang singkat untuk memperhatikan yang sering luput atau merasakan hal-hal yang jarang kita beri waktu. Dengan begitu, distraksi menjadi bagian dari pengalaman bersama yang ditawarkan pameran ini: sederhana, kadang ringan, mungkin juga mengusik, namun selalu membuka peluang untuk menemukan kembali dunia dari sudut yang berbeda.
Sedangkan pameran Kriya Kini pada tahun ini merupakan yang ke 6 kalinya dilaksanakan pameran ini mengikutsertakan dosen, mahasiswa dan para alumni Prodi Kriya Seni, pada tahun ini Pameran Kriya Kini mengangkat konsep Art Craft And Humanities yang bermaksud bahwa keanekaragaman karya dari para peserta pameran terlahir dengan latar belakang yang tidak terpisahkan dari nilai kemanusiaan dalam proses penciptaan karyanya, mencakup nilai estetika (keindahan), moral dan etika (pelestarian budaya, tanggung jawab sosial), spiritual dan religius (makna mendalam dalam praktik), serta praktis dan fungsional (kegunaan benda).
Humanities juga berperan dalam memahami ekspresi manusia, pengetahuan dan analisis kritis, serta kreativitas yang terkandung dalam setiap karya kriya, di mana seniman mengeksplorasi bentuk dan nilai-nilai kemanusiaan lainnya. Seni kriya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia selama berabad-abad, dengan kehadiran yang stabil dan konsisten, meskipun dalam perjalanan yang pelan namun pasti seni kriya tetap menjadi kekuatan yang tak terbantahkan dalam industri kreatif.
Lihat Juga :