14 Dosen UGM Masuk World’s Top 2% Scientist 2025, Ini Daftar Namanya
Minggu, 28 September 2025 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
Prof. Adi Utarini memimpin penelitian pengendalian demam berdarah melalui nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia yang terbukti menurunkan 77% kasus dengue.
“Saya tidak akan pernah dapat memperolehnya tanpa kerja tim yang luar biasa,” tegasnya.
Prof. Wega Trisunaryanti fokus pada pengembangan katalis heterogen untuk produksi biofuel dan bahan baku kosmetik serta farmasi.
“Bangga karena menjadi bagian dari UGM yang ikut mengharumkan nama UGM di dunia internasional,” tuturnya.
Prof. Edi Suharyadi meneliti nanomaterial magnetik dan spintronika dengan publikasi Q1 yang sangat produktif.
“Menjadi sangat penting untuk tetap menjaga produktivitas,” pesannya.
Prof. Roto berkontribusi melalui riset material dan sensor kimia dengan lebih dari 110 publikasi terindeks Scopus.
“Semoga ini menginspirasi generasi muda khususnya mahasiswa UGM,” harapnya.
“Saya tidak akan pernah dapat memperolehnya tanpa kerja tim yang luar biasa,” tegasnya.
Prof. Wega Trisunaryanti fokus pada pengembangan katalis heterogen untuk produksi biofuel dan bahan baku kosmetik serta farmasi.
“Bangga karena menjadi bagian dari UGM yang ikut mengharumkan nama UGM di dunia internasional,” tuturnya.
Prof. Edi Suharyadi meneliti nanomaterial magnetik dan spintronika dengan publikasi Q1 yang sangat produktif.
“Menjadi sangat penting untuk tetap menjaga produktivitas,” pesannya.
Prof. Roto berkontribusi melalui riset material dan sensor kimia dengan lebih dari 110 publikasi terindeks Scopus.
“Semoga ini menginspirasi generasi muda khususnya mahasiswa UGM,” harapnya.
(nnz)
Lihat Juga :