Si Jamu dan Si Palu, Jembatan Sinergi Universitas Ciputra dan Universitas Jember
Senin, 29 September 2025 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam penjelasannya, Prof. Ermanto Fahamsyah menekankan pentingnya kebersamaan dan penyamaan persepsi dalam meraih akreditasi unggul untuk program studi. Pasalnya tanpa kebersamaan dan penyamaan persepsi maka potensi masalah akan selalu ada.
“Pada awal penerapan aplikasi Si Jamu, maka ada pertanyaan, keengganan dan semacamnya. Namun berkat kebersamaan dan penyamaan persepsi, maka akhirnya segenap pimpinan dan dosen bisa memahami. Jadi aplikasi Si Jamu ini benar-benar pahit di awal namun membawa sukses persis jamu,” ungkap Prof. Ermanto Fahamsyah.
Keberadaan aplikasi Si Jamu dan Si Palu sangat membantu dalam proses akreditasi sebab seluruh kegiatan dan dokumen sudah terekam pada dua aplikasi tersebut. Menurut Sekertaris I LPMPP Prof. Iis Nur Asyiah, sebelum ada Si Jamu dan Si Palu maka proses akreditasi menjadi hal yang sulit, sebab harus mengumpulkan banyak bukti kegiatan dan dokumen pendukung. Namun dengan aplikasi pendukung maka prosesnya lebih mudah.
“Dulu setiap kali akan akreditasi program studi maka repotnya luar biasa, namun dengan aplikasi Si Jamu dan Si Palu maka semua program studi siap mengajukan akreditasi. Bahkan kami sudah punya sistem yang memungkinkan program studi melihat prediksi nilai akreditasi yang akan mereka peroleh,” kata Prof. Iis Nur Aisyah.
Selain keberadaan aplikasi pendukung, LPMPP juga menggelar kegiatan pendukung seperti Sekolah Koordinator Program Studi bagi semua Koordinator Program Studi dan Sekolah Gugus Penjaminan Mutu. “Keberadaan pelatihan tersebut menjadi salah satu sarana menyamakan persepsi, sekaligus menggali permasalahan yang ada di lapangan untuk kemudian dicarikan solusinya,” imbuh Siti Komariah, Sekertaris II LPMPP.
Ajang pertemuan kali ini juga menjadi kesempatan bagi LPMPP UNEJ belajar proses perencanaan, sistem informasi dan penjaminan mutu di UC Surabaya. Terutama bagaimana UC Surabaya sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) melaksanakan promosi dan membangun branding dan memberikan layanan bagi pelanggan utamanya, mahasiswa.
“Pada awal penerapan aplikasi Si Jamu, maka ada pertanyaan, keengganan dan semacamnya. Namun berkat kebersamaan dan penyamaan persepsi, maka akhirnya segenap pimpinan dan dosen bisa memahami. Jadi aplikasi Si Jamu ini benar-benar pahit di awal namun membawa sukses persis jamu,” ungkap Prof. Ermanto Fahamsyah.
Keberadaan aplikasi Si Jamu dan Si Palu sangat membantu dalam proses akreditasi sebab seluruh kegiatan dan dokumen sudah terekam pada dua aplikasi tersebut. Menurut Sekertaris I LPMPP Prof. Iis Nur Asyiah, sebelum ada Si Jamu dan Si Palu maka proses akreditasi menjadi hal yang sulit, sebab harus mengumpulkan banyak bukti kegiatan dan dokumen pendukung. Namun dengan aplikasi pendukung maka prosesnya lebih mudah.
“Dulu setiap kali akan akreditasi program studi maka repotnya luar biasa, namun dengan aplikasi Si Jamu dan Si Palu maka semua program studi siap mengajukan akreditasi. Bahkan kami sudah punya sistem yang memungkinkan program studi melihat prediksi nilai akreditasi yang akan mereka peroleh,” kata Prof. Iis Nur Aisyah.
Selain keberadaan aplikasi pendukung, LPMPP juga menggelar kegiatan pendukung seperti Sekolah Koordinator Program Studi bagi semua Koordinator Program Studi dan Sekolah Gugus Penjaminan Mutu. “Keberadaan pelatihan tersebut menjadi salah satu sarana menyamakan persepsi, sekaligus menggali permasalahan yang ada di lapangan untuk kemudian dicarikan solusinya,” imbuh Siti Komariah, Sekertaris II LPMPP.
Ajang pertemuan kali ini juga menjadi kesempatan bagi LPMPP UNEJ belajar proses perencanaan, sistem informasi dan penjaminan mutu di UC Surabaya. Terutama bagaimana UC Surabaya sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) melaksanakan promosi dan membangun branding dan memberikan layanan bagi pelanggan utamanya, mahasiswa.
(nnz)
Lihat Juga :