Youth Health Summit 2025: Remaja Diajak Cegah Penyakit Jantung Sejak Dini

Rabu, 01 Oktober 2025 - 19:05 WIB
loading...
Youth Health Summit...
Lonjakan penyakit jantung di usia muda menjadi sorotan utama dalam Youth Health Summit 2025. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Penyakit jantung kini mengintai kalangan muda Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 139.891 kasus pada kelompok usia 15–24 tahun, menjadikannya penyakit tidak menular (PTM) dengan angka kejadian tertinggi kedua secara nasional. Lonjakan ini erat kaitannya dengan pola hidup tidak sehat yang kian marak di kalangan remaja.

Situasi tersebut menjadi sorotan utama dalam Youth Health Summit 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (30/9). Acara ini diinisiasi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Generasi Berencana (GenRe) Indonesia dan Universitas Yarsi. Lebih dari 700 peserta hadir dalam forum yang sekaligus menutup rangkaian Young Health Programme (YHP), dengan tujuan menjembatani kaum muda dan pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pencegahan PTM.

Baca juga: Hari Jantung Sedunia, Penurunan Obesitas Kunci Atasi Kardiovaskular

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, yang membuka acara, menegaskan pentingnya melibatkan remaja dalam isu kesehatan.

“Kita tidak bisa lagi memandang kesehatan remaja sebagai isu sekunder.

Tantangan ini harus kita jawab bersama. Young Health Summit adalah ruang penting untuk memperkuat suara remaja dan memastikan kebijakan yang berpihak pada masa depan mereka,” ujar Wihaji.

Mengusung tema “Stay Fit, Stay Lit”, forum ini mengajak generasi muda untuk menjaga kesehatan jantung sejak dini, mengubah gaya hidup, serta berani menyuarakan isu kesehatan di lingkungannya.

Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, menyebut YHP sebagai bagian dari strategi global perusahaan dalam mencegah PTM dan memberdayakan remaja sebagai agen perubahan.

“Dengan pengetahuan dan dukungan yang tepat, generasi muda dapat membentuk masa depan yang lebih sehat sekaligus mewujudkan visi Generasi Emas 2045,” kata Esra.

Senada, Ketua Dewan Pembina Plan Indonesia sekaligus Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, menambahkan YHP telah melahirkan pendidik sebaya yang aktif mengedukasi komunitas tentang kesehatan.

“Kami berharap para remaja yang sudah terlibat bisa terus melanjutkan kampanye ini di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Suara kaum muda pun mengemuka dalam forum ini. Arya Aditia, Ketua Umum GenRe Indonesia, menyebut Youth Health Summit memberi ruang partisipasi nyata bagi remaja dalam merumuskan solusi kesehatan. Sementara Sofwa (18 tahun), pendidik sebaya YHP, mengajak sesama remaja untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung.

“Mulailah dari langkah kecil: pilih makanan sehat, rutin bergerak, dan jangan ragu bersuara soal kesehatan kita sendiri,” ucap Sofwa.

Youth Health Summit 2025 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari sesi pleno, tujuh breakout session, health creative space, hingga impact gallery. Pendidik sebaya YHP juga berdialog langsung dengan perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga mengenai isu rokok hingga kesehatan mental.

Sejak 2021, YHP Indonesia telah menjangkau lebih dari 97 ribu remaja usia 10–24 tahun lewat pendekatan edukasi sebaya. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan kebijakan, memperkuat layanan kesehatan ramah remaja, serta menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pelatihan Literasi Digital,...
Pelatihan Literasi Digital, MNC Peduli Dorong PMR Jakarta Pusat Ciptakan Konten Positif di Medsos
Pakar IPB Ungkap Dampak...
Pakar IPB Ungkap Dampak Buruk Remaja yang Lebih Nyaman Curhat ke AI
Rasa Keingintahuan Besar,...
Rasa Keingintahuan Besar, Gen Z Mudah Terjerumus ke Hal Negatif
1.700 Pelajar Jadi Duta...
1.700 Pelajar Jadi Duta Generasi Sehat Indonesia Cegah Anemia pada Remaja
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Aplikasi KardiaQ untuk Deteksi Kesehatan Jantung
Mahasiswa ITS Gagas...
Mahasiswa ITS Gagas Rompi Detektor Serangan Jantung Koroner Berbasis IoT
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Berita Terkini
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Infografis
Kesepian Bisa Tingkatkan...
Kesepian Bisa Tingkatkan Risiko Tinggi Penyakit Jantung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved