AI Bukan Mesin Copy Paste, Untar Minta Mahasiswa Tetap Punya Nalar Kritis
Kamis, 02 Oktober 2025 - 12:36 WIB
loading...
Wakil Rektor Untar, Prof Sri Tiatri berpandangan agar teknologi AI digunakan dengan bijak oleh mahasiswa. Foto/M Refi Sandi.
A
A
A
JAKARTA - Wakil Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) Prof Sri Tiatri berpandangan agar teknologi Artificial Intelligence (AI) digunakan dengan bijak oleh mahasiswa, tidak untuk copy paste dalam mengerjakan tugas perkuliahan. Namun, Ia menyebut Untar memperbolehkan mahasiswa untuk memanfaatkan AI sebagai alat bantu mencari referensi hingga literatur perkuliahan terkini.
Hal itu disampaikan usai menghadiri seminar bertajuk Gen Zone Talks "Data Science and Artificial Intelligence (AI) for Gen Z" di Universitas Tarumanagara (Untar), Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Rabu (1/10/2025).
Baca juga: Mahasiswa Untar Antusias Ikuti Kuliah Umum Angela Tanoesoedibjo soal Tantangan dan Soft Skill
"Dunia pendidikan akan terpengaruh dengan adanya temuan temuan terbaru dari AI ini kita seperti semua temuan teknologi tergantung pemakainya, jadi kalau kami sebagai pendidik perlu membekali mereka dengan kemampuan berpikir yang terus menerus sehingga tidak benar kalau mengerjakan tugas hanya copy paste dari AI," ujar Sri.
"Tapi, kami membolehkan mahasiswa menggunakan AI sebagai alat bantu mereka untuk mencari referensi, literatur terkini, mengarahkan mereka mencari yang cocok apa yang mereka cari," tambahnya.
Baca juga: MNC Group dan Untar Kolaborasi Cetak Talenta Unggul Indonesia
Sri menegaskan agar mahasiswa tetap berpikir kritis meski teknologi AI membantu mereka. Ia menilai bahwa AI tidak semuanya tetap sehingga perlu dikritisi dengan kemampuan berpikir.
"Sekali lagi kami menekankan pada kemampuan berpikir mereka harus kritis, melihat mana yang benar mana yang salah, karena AI itu tidak semua benar apa yang berkaitan dengan Artificial Intelligence itu tidak semuanya tepat, mahasiswa wajib melihat kembali, mengkritisi, menyusun pemikirannya sendiri walaupun dibantu AI," ucapnya.
Hal senada disampaikan Pemred Okezone, Masirom menekankan bahwa penggunaan AI di kalangan mahasiswa tidak mengurangi daya pemikiran kritis hingga kreatifitas mereka. Ia berharap dengan teknologi AI, mahasiswa menjadi lebih produktif dalam menunjang kegiatan sehari-hari.
"Soal AI bagi mahasiswa tentu kita berharap penggunaan AI tidak membuat mereka kurang kritis, kurang inovatif, kurang kreatif karena keseharian mereka terbantu dengan AI bukan itu yang kita inginkan. Yang kita inginkan dengan AI ini kita harapkan nantinya mereka lebih produktif bisa menggunakan AI lebih bijak yang menunjang kegiatan sehari-hari saat ini maupun nanti ketika memasuki dunia kerja," ucap Masirom.
Sekedar informasi, iNews Media Group melalui Okezone bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar seminar bertajuk Gen Zone Talks "Data Science and Artificial Intelligence (AI) for Gen Z" di Universitas Tarumanagara (Untar), Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Rabu (1/10/2025).
Pantauan iNews Media Group di lokasi hadir sebagai pembicara kunci atau keynote speaker Ketua Tim Infrastruktur Kecerdasan Artificial dan Teknologi Baru Data dan Keamanan Cyber Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), M Ridwan Rauf. Hadir sekaligus membuka acara Wakil Rektor Untar, Prof Sri Tiatri; Pemimpin Redaksi (Pemred) Okezone, Masirom; Wakil Pemred Okezone, Bernadheta Ginting.
Hadir sebagai pembicara Pakar AI Universitas Tarumanagara, Tony dan General Manager Tools for Humanity Indonesia, Wafa Taftazani. Seminar Gen Zone Talks dihadiri ratusan mahasiswa yang tertarik dengan pembahasan AI terutama berkaitan dalam dunia pendidikan dan penelitian.
Hal itu disampaikan usai menghadiri seminar bertajuk Gen Zone Talks "Data Science and Artificial Intelligence (AI) for Gen Z" di Universitas Tarumanagara (Untar), Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Rabu (1/10/2025).
Baca juga: Mahasiswa Untar Antusias Ikuti Kuliah Umum Angela Tanoesoedibjo soal Tantangan dan Soft Skill
"Dunia pendidikan akan terpengaruh dengan adanya temuan temuan terbaru dari AI ini kita seperti semua temuan teknologi tergantung pemakainya, jadi kalau kami sebagai pendidik perlu membekali mereka dengan kemampuan berpikir yang terus menerus sehingga tidak benar kalau mengerjakan tugas hanya copy paste dari AI," ujar Sri.
"Tapi, kami membolehkan mahasiswa menggunakan AI sebagai alat bantu mereka untuk mencari referensi, literatur terkini, mengarahkan mereka mencari yang cocok apa yang mereka cari," tambahnya.
Baca juga: MNC Group dan Untar Kolaborasi Cetak Talenta Unggul Indonesia
Sri menegaskan agar mahasiswa tetap berpikir kritis meski teknologi AI membantu mereka. Ia menilai bahwa AI tidak semuanya tetap sehingga perlu dikritisi dengan kemampuan berpikir.
"Sekali lagi kami menekankan pada kemampuan berpikir mereka harus kritis, melihat mana yang benar mana yang salah, karena AI itu tidak semua benar apa yang berkaitan dengan Artificial Intelligence itu tidak semuanya tepat, mahasiswa wajib melihat kembali, mengkritisi, menyusun pemikirannya sendiri walaupun dibantu AI," ucapnya.
Hal senada disampaikan Pemred Okezone, Masirom menekankan bahwa penggunaan AI di kalangan mahasiswa tidak mengurangi daya pemikiran kritis hingga kreatifitas mereka. Ia berharap dengan teknologi AI, mahasiswa menjadi lebih produktif dalam menunjang kegiatan sehari-hari.
"Soal AI bagi mahasiswa tentu kita berharap penggunaan AI tidak membuat mereka kurang kritis, kurang inovatif, kurang kreatif karena keseharian mereka terbantu dengan AI bukan itu yang kita inginkan. Yang kita inginkan dengan AI ini kita harapkan nantinya mereka lebih produktif bisa menggunakan AI lebih bijak yang menunjang kegiatan sehari-hari saat ini maupun nanti ketika memasuki dunia kerja," ucap Masirom.
Sekedar informasi, iNews Media Group melalui Okezone bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar seminar bertajuk Gen Zone Talks "Data Science and Artificial Intelligence (AI) for Gen Z" di Universitas Tarumanagara (Untar), Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Rabu (1/10/2025).
Pantauan iNews Media Group di lokasi hadir sebagai pembicara kunci atau keynote speaker Ketua Tim Infrastruktur Kecerdasan Artificial dan Teknologi Baru Data dan Keamanan Cyber Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), M Ridwan Rauf. Hadir sekaligus membuka acara Wakil Rektor Untar, Prof Sri Tiatri; Pemimpin Redaksi (Pemred) Okezone, Masirom; Wakil Pemred Okezone, Bernadheta Ginting.
Hadir sebagai pembicara Pakar AI Universitas Tarumanagara, Tony dan General Manager Tools for Humanity Indonesia, Wafa Taftazani. Seminar Gen Zone Talks dihadiri ratusan mahasiswa yang tertarik dengan pembahasan AI terutama berkaitan dalam dunia pendidikan dan penelitian.
(nnz)
Lihat Juga :