Profil Ponpes Lirboyo, Pesantren Salafi Terbesar di Indonesia yang Berdiri Lebih dari 1 Abad
Selasa, 14 Oktober 2025 - 15:23 WIB
loading...
A
A
A
Sejak sebelum masa kemerdekaan, Lirboyo sudah menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di Indonesia.
Baca juga: Pesantren Lirboyo Kediri Kebakaran, Kemenag Salurkan Bantuan Rp650 Juta
Dalam perjuangan kemerdekaan, pesantren ini turut berperan aktif, di antaranya dengan mengirimkan para santri untuk terlibat langsung dalam pertempuran, seperti Pertempuran 10 November di Surabaya.
Pada awalnya, metode pembelajaran di Lirboyo hanya menggunakan sistem sorogan dan bandongan.
Namun, pada tahun 1925, atau 15 tahun setelah pesantren berdiri, Lirboyo mulai menerapkan sistem kelas atau madrasah melalui pendirian Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien, yang masih berjalan hingga saat ini.
Pondok Pesantren Lirboyo didirikan oleh K.H. Abdul Karim pada tahun 1910 M, saat ia menetap di Desa Lirboyo (kini Kelurahan Lirboyo).
Sebelumnya, K.H. Abdul Karim sempat mengajar di Pondok Pesantren Tebuireng, yang diasuh oleh K.H. M. Hasyim Asy’ari, sahabat seangkatannya ketika mereka menimba ilmu kepada Syaikhona Kholil Bangkalan. Setelah menikahi Nyai Khodijah, putri dari K.H. Sholeh di Banjarmlati, Kediri, K.H. Abdul Karim memilih menetap di Lirboyo atas dorongan mertuanya. Tujuannya adalah agar dakwah Islam dapat lebih tersebar luas.
Dengan semangat dan dukungan dari mertuanya, K.H. Abdul Karim mendirikan pondok pesantren untuk menyebarkan ajaran Islam kepada siapa pun yang ingin menuntut ilmu.
Baca juga: Pesantren Lirboyo Kediri Kebakaran, Kemenag Salurkan Bantuan Rp650 Juta
Dalam perjuangan kemerdekaan, pesantren ini turut berperan aktif, di antaranya dengan mengirimkan para santri untuk terlibat langsung dalam pertempuran, seperti Pertempuran 10 November di Surabaya.
Pada awalnya, metode pembelajaran di Lirboyo hanya menggunakan sistem sorogan dan bandongan.
Namun, pada tahun 1925, atau 15 tahun setelah pesantren berdiri, Lirboyo mulai menerapkan sistem kelas atau madrasah melalui pendirian Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien, yang masih berjalan hingga saat ini.
Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo
Pondok Pesantren Lirboyo didirikan oleh K.H. Abdul Karim pada tahun 1910 M, saat ia menetap di Desa Lirboyo (kini Kelurahan Lirboyo).
Sebelumnya, K.H. Abdul Karim sempat mengajar di Pondok Pesantren Tebuireng, yang diasuh oleh K.H. M. Hasyim Asy’ari, sahabat seangkatannya ketika mereka menimba ilmu kepada Syaikhona Kholil Bangkalan. Setelah menikahi Nyai Khodijah, putri dari K.H. Sholeh di Banjarmlati, Kediri, K.H. Abdul Karim memilih menetap di Lirboyo atas dorongan mertuanya. Tujuannya adalah agar dakwah Islam dapat lebih tersebar luas.
Dengan semangat dan dukungan dari mertuanya, K.H. Abdul Karim mendirikan pondok pesantren untuk menyebarkan ajaran Islam kepada siapa pun yang ingin menuntut ilmu.
Lihat Juga :