Meteor Cirebon Jadi Alarm Bahaya, Fisikawan IPB Ungkap Ancaman Asteroid hingga Badai Matahari
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 07:52 WIB
loading...
A
A
A
“Meskipun jaraknya jauh, partikel berenergi sangat tinggi yang dihasilkannya tetap berpotensi membahayakan astronot dan satelit di luar orbit rendah,” ungkap Prof Husin.
Ia juga menyoroti risiko dari sampah antariksa yang terus meningkat setiap tahun. Ribuan serpihan logam dan puing satelit di orbit dapat menabrak wahana antariksa aktif dan mengganggu sistem navigasi global.
Prof Husin menegaskan, “Ancaman yang paling mungkin dalam waktu dekat adalah tumbukan asteroid berukuran sedang, badai Matahari ekstrem, serta paparan radiasi kosmik.”
Namun, ia optimistis bahwa kemajuan teknologi pemantauan dan kolaborasi internasional mampu mendeteksi risiko lebih dini.
Dengan meningkatnya kesadaran global terhadap ancaman luar angkasa, Prof Husin mengajak masyarakat ilmiah dan pemerintah untuk memperkuat riset pertahanan planet.
“Perlindungan Bumi bukan hanya dilakukan dari dalam, tetapi juga dari luar. Menjaga rumah kita berarti memahami dan mengantisipasi ancaman dari semesta,” pungkasnya.
Ia juga menyoroti risiko dari sampah antariksa yang terus meningkat setiap tahun. Ribuan serpihan logam dan puing satelit di orbit dapat menabrak wahana antariksa aktif dan mengganggu sistem navigasi global.
Prof Husin menegaskan, “Ancaman yang paling mungkin dalam waktu dekat adalah tumbukan asteroid berukuran sedang, badai Matahari ekstrem, serta paparan radiasi kosmik.”
Namun, ia optimistis bahwa kemajuan teknologi pemantauan dan kolaborasi internasional mampu mendeteksi risiko lebih dini.
Dengan meningkatnya kesadaran global terhadap ancaman luar angkasa, Prof Husin mengajak masyarakat ilmiah dan pemerintah untuk memperkuat riset pertahanan planet.
“Perlindungan Bumi bukan hanya dilakukan dari dalam, tetapi juga dari luar. Menjaga rumah kita berarti memahami dan mengantisipasi ancaman dari semesta,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :