Mahasiswi UPNVJ Raih Prestasi Internasional di Green Innovator Academy Filipina
Selasa, 21 Oktober 2025 - 16:28 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari kedua, fokus bergeser ke sesi panel dan dialog di Mabuhay Tea House dengan tema "Pemuda dalam Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular".
Para peserta, termasuk Marsya, berkolaborasi dengan pakar dari Philippines Reuse Consortium, Children and Youth Major Group to UNEP, dan Break Free From Plastic untuk merumuskan rekomendasi konkret, seperti peningkatan infrastruktur kompos di tingkat komunitas, insentif ekonomi untuk toko-toko lokal, dan penguatan Undang-Undang pengelolaan limbah padat melalui pemantauan masyarakat.
“Sebagai mahasiswi UPN “Veteran” Jakarta, saya tentu sangat bangga karena bisa terpilih diantara interns dari Asia Tenggara untuk ikut dalam projek ini, dampak magang yang difasilitasi kampus ini benar-benar bisa sampai berdampak ke urusan internasional," ucap Marsya penuh bangga.
Prestasi Marsya ini menunjukkan kontribusi pemuda Indonesia dalam isu global, dan diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa Indonesia lainnya untuk terlibat dalam proyek maupun inisiatif internasional serupa.
“Diskusi Meja Bundar juga menjadi sesi paling dinamis menurut saya, dimana para delegasi berkolaborasi untuk mengidentifikasi tantangan dan mengembangkan solusi alternatif, ini jadi advokasi saya bersama rekan-rekan dari seluruh dunia untuk menjaga lingkungan berbasis komunitas di dunia internasional," tutup Marsya.
Para peserta, termasuk Marsya, berkolaborasi dengan pakar dari Philippines Reuse Consortium, Children and Youth Major Group to UNEP, dan Break Free From Plastic untuk merumuskan rekomendasi konkret, seperti peningkatan infrastruktur kompos di tingkat komunitas, insentif ekonomi untuk toko-toko lokal, dan penguatan Undang-Undang pengelolaan limbah padat melalui pemantauan masyarakat.
“Sebagai mahasiswi UPN “Veteran” Jakarta, saya tentu sangat bangga karena bisa terpilih diantara interns dari Asia Tenggara untuk ikut dalam projek ini, dampak magang yang difasilitasi kampus ini benar-benar bisa sampai berdampak ke urusan internasional," ucap Marsya penuh bangga.
Prestasi Marsya ini menunjukkan kontribusi pemuda Indonesia dalam isu global, dan diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa Indonesia lainnya untuk terlibat dalam proyek maupun inisiatif internasional serupa.
“Diskusi Meja Bundar juga menjadi sesi paling dinamis menurut saya, dimana para delegasi berkolaborasi untuk mengidentifikasi tantangan dan mengembangkan solusi alternatif, ini jadi advokasi saya bersama rekan-rekan dari seluruh dunia untuk menjaga lingkungan berbasis komunitas di dunia internasional," tutup Marsya.
(nnz)
Lihat Juga :