RS Ngoerah Keluarkan Mahasiswa Unud Pembully Kematian Timothy dari Program Koas
Selasa, 21 Oktober 2025 - 17:02 WIB
loading...
RS Ngoerah Bali resmi mengumumkan tindakan tegas terhadap mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang sedang menjalani masa koas (co-ass) di rumah sakit tersebut. Foto/IG Kemendiktisaintek.
A
A
A
JAKARTA - Rumah Sakit (RS) Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Bali resmi mengumumkan tindakan tegas terhadap mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang sedang menjalani masa koas (co-ass) di rumah sakit tersebut.
Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi RS Ngoerah, Senin (21/10/2025), setelah muncul dugaan keterlibatan mahasiswa Unud dalam komentar bernada penghinaan dan candaan terhadap almarhum Timothy Anugerah, mahasiswa FISIP Unud yang meninggal dunia karena diduga bunuh diri.
Baca juga: Hukuman Pelaku Perundungan Timothy, Brian: Kalau Ada Pelanggaran Pasti Kena Drop Out
Dalam pernyataannya, pihak RS Ngoerah menyampaikan keprihatinan mendalam atas wafatnya mahasiswa Program Studi Sosiologi angkatan 2022 itu. RS Ngoerah menegaskan bahwa mereka tidak mentolerir tindakan tidak etis di media sosial, apalagi yang mencoreng nama baik institusi pendidikan maupun profesi kesehatan.
“Terkait adanya peserta didik (co-ass) yang diduga terlibat dalam komentar tidak pantas di media sosial, sehingga menimbulkan citra buruk terhadap RS Ngoerah dan Universitas Udayana, RS Ngoerah mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi,” tulis pihak rumah sakit dalam unggahan resminya.
Baca juga: Kasus Kematian Timothy Anugerah, Mendikti Saintek: Tim Investigasi Sudah Dibentuk
RS Ngoerah menambahkan bahwa jika terbukti melakukan pelanggaran etika atau tindakan perundungan, para mahasiswa tersebut akan dijatuhi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa para mahasiswa koas bukan merupakan karyawan RS Ngoerah, sehingga tidak dapat disebut mewakili institusi rumah sakit tersebut.
“RS Ngoerah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar dan kerja yang aman, beretika, dan saling menghargai. Kami mengajak semua pihak untuk menggunakan media sosial secara bijak serta menjaga nama baik institusi dan profesi kesehatan,” tulis pernyataan resmi itu.
Kasus meninggalnya Timothy Anugerah, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud), menjadi perhatian publik setelah tragedi itu diiringi dengan munculnya komentar bernada ejekan dan candaan di media sosial.
Timothy, mahasiswa Program Studi Sosiologi angkatan 2022, ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai dua kampus Universitas Udayana pada awal Oktober 2025. Kejadian tragis itu mengejutkan civitas akademika dan masyarakat luas, terutama karena diduga terkait tekanan psikologis yang dialami korban sebelum meninggal dunia.
Baca juga: Kasus Kematian Timothy Anugerah Diduga karena Bullying, Polisi Periksa 3 Orang
Namun, duka keluarga dan rekan-rekan kampus mendadak berubah menjadi amarah publik setelah sejumlah akun media sosial yang diduga milik mahasiswa Unud meninggalkan komentar yang dianggap tidak empatik dan menyinggung perasaan. Komentar-komentar itu berisi candaan, ejekan, bahkan hinaan terhadap almarhum Timothy.
Sebelumnya Mendiktisaintek Brian Yuliarto menjelaskan, Unud sudah membentuk tim untuk menginvestigasi terkait digaan pelanggaran hingga pemberian sanksi kepada pelaku perundungan Timothy.
Dia menekankan, jika ada pelanggaran pasti para pelaku akan dikenakan sanksi. Dia menuturkan, Pemerintah tidak bisa mengintervensi lebih jauh soal investigasi yang dilakukan pihak kampus. Karena itu, Brian meminta kepada semua pihak menunggu keputusan resmi kampus.
Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi RS Ngoerah, Senin (21/10/2025), setelah muncul dugaan keterlibatan mahasiswa Unud dalam komentar bernada penghinaan dan candaan terhadap almarhum Timothy Anugerah, mahasiswa FISIP Unud yang meninggal dunia karena diduga bunuh diri.
Baca juga: Hukuman Pelaku Perundungan Timothy, Brian: Kalau Ada Pelanggaran Pasti Kena Drop Out
Dalam pernyataannya, pihak RS Ngoerah menyampaikan keprihatinan mendalam atas wafatnya mahasiswa Program Studi Sosiologi angkatan 2022 itu. RS Ngoerah menegaskan bahwa mereka tidak mentolerir tindakan tidak etis di media sosial, apalagi yang mencoreng nama baik institusi pendidikan maupun profesi kesehatan.
“Terkait adanya peserta didik (co-ass) yang diduga terlibat dalam komentar tidak pantas di media sosial, sehingga menimbulkan citra buruk terhadap RS Ngoerah dan Universitas Udayana, RS Ngoerah mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi,” tulis pihak rumah sakit dalam unggahan resminya.
Baca juga: Kasus Kematian Timothy Anugerah, Mendikti Saintek: Tim Investigasi Sudah Dibentuk
RS Ngoerah menambahkan bahwa jika terbukti melakukan pelanggaran etika atau tindakan perundungan, para mahasiswa tersebut akan dijatuhi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa para mahasiswa koas bukan merupakan karyawan RS Ngoerah, sehingga tidak dapat disebut mewakili institusi rumah sakit tersebut.
“RS Ngoerah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar dan kerja yang aman, beretika, dan saling menghargai. Kami mengajak semua pihak untuk menggunakan media sosial secara bijak serta menjaga nama baik institusi dan profesi kesehatan,” tulis pernyataan resmi itu.
Kasus meninggalnya Timothy Anugerah, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud), menjadi perhatian publik setelah tragedi itu diiringi dengan munculnya komentar bernada ejekan dan candaan di media sosial.
Timothy, mahasiswa Program Studi Sosiologi angkatan 2022, ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai dua kampus Universitas Udayana pada awal Oktober 2025. Kejadian tragis itu mengejutkan civitas akademika dan masyarakat luas, terutama karena diduga terkait tekanan psikologis yang dialami korban sebelum meninggal dunia.
Baca juga: Kasus Kematian Timothy Anugerah Diduga karena Bullying, Polisi Periksa 3 Orang
Namun, duka keluarga dan rekan-rekan kampus mendadak berubah menjadi amarah publik setelah sejumlah akun media sosial yang diduga milik mahasiswa Unud meninggalkan komentar yang dianggap tidak empatik dan menyinggung perasaan. Komentar-komentar itu berisi candaan, ejekan, bahkan hinaan terhadap almarhum Timothy.
Sebelumnya Mendiktisaintek Brian Yuliarto menjelaskan, Unud sudah membentuk tim untuk menginvestigasi terkait digaan pelanggaran hingga pemberian sanksi kepada pelaku perundungan Timothy.
Dia menekankan, jika ada pelanggaran pasti para pelaku akan dikenakan sanksi. Dia menuturkan, Pemerintah tidak bisa mengintervensi lebih jauh soal investigasi yang dilakukan pihak kampus. Karena itu, Brian meminta kepada semua pihak menunggu keputusan resmi kampus.
(nnz)
Lihat Juga :