7 Menteri dan Wamen di Kabinet Prabowo Ternyata Santri, Cak Imin hingga Raja Juli
Selasa, 21 Oktober 2025 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
Dikenal sebagai sosok moderat dan berwawasan luas, Nasaruddin pernah menjabat Wakil Menteri Agama periode 2011–2014 sebelum dipercaya kembali menjadi Menag di kabinet Prabowo-Gibran.
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul adalah santri jebolan Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, yang sama dengan Cak Imin. Ia sempat menjadi Ketua Umum GP Ansor dan meniti karier panjang di dunia politik hingga dipercaya menjadi Mensos.
Baca juga: Hari Santri 2025: Santri Jadi Penjaga Iman dan Keindonesiaan
Lahir di Pasuruan pada 28 Agustus 1964, Gus Ipul dikenal sebagai tokoh NU yang pernah menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur dan Walikota Pasuruan. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Nasional (Unas) Jakarta dan lulus pada 2005.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid merupakan santri asli Kudus. Sejak kecil ia menimba ilmu di lembaga pendidikan Islam seperti MTs Qudsiyyah dan MA Qudsiyyah Kudus, sebelum melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia dan meraih gelar magister ekonomi dari IPB University.
Selain aktif di dunia politik, Nusron juga dikenal sebagai mantan Ketua Umum GP Ansor dan tokoh muda NU yang vokal.
Raja Juli Antoni adalah santri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Selama enam tahun ia menimba ilmu agama di sana sebelum melanjutkan kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Raja Antoni kemudian mendapat beasiswa Chevening untuk studi di University of Bradford, Inggris, serta beasiswa doktoral di University of Queensland, Australia. Ia dikenal sebagai figur muda progresif di kabinet Prabowo.
Lahir di Bone, Sulawesi Selatan, Anis Matta sempat menempuh pendidikan pesantren di Darul Arqam Gombara, Makassar, pada masa SMP hingga SMA. Ia lalu melanjutkan studi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan meraih gelar sarjana syariah pada 1992.
Anis dikenal sebagai tokoh politik yang fasih berdakwah, menulis, dan memiliki pemikiran Islam modern.
Faisol Riza, politisi asal Probolinggo, juga merupakan santri tulen. Ia menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah NU, kemudian melanjutkan ke MTs dan MA Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.
Setelah lulus dari pesantren, ia kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan meraih gelar magister administrasi dari Universitas Indonesia. Kini, ia dipercaya sebagai Wakil Menteri Perindustrian di kabinet Prabowo-Gibran.
3. Saifullah Yusuf – Menteri Sosial
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul adalah santri jebolan Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, yang sama dengan Cak Imin. Ia sempat menjadi Ketua Umum GP Ansor dan meniti karier panjang di dunia politik hingga dipercaya menjadi Mensos.
Baca juga: Hari Santri 2025: Santri Jadi Penjaga Iman dan Keindonesiaan
Lahir di Pasuruan pada 28 Agustus 1964, Gus Ipul dikenal sebagai tokoh NU yang pernah menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur dan Walikota Pasuruan. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Nasional (Unas) Jakarta dan lulus pada 2005.
4. Nusron Wahid – Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid merupakan santri asli Kudus. Sejak kecil ia menimba ilmu di lembaga pendidikan Islam seperti MTs Qudsiyyah dan MA Qudsiyyah Kudus, sebelum melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia dan meraih gelar magister ekonomi dari IPB University.
Selain aktif di dunia politik, Nusron juga dikenal sebagai mantan Ketua Umum GP Ansor dan tokoh muda NU yang vokal.
5. Raja Juli Antoni – Menteri Kehutanan
Raja Juli Antoni adalah santri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Selama enam tahun ia menimba ilmu agama di sana sebelum melanjutkan kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Raja Antoni kemudian mendapat beasiswa Chevening untuk studi di University of Bradford, Inggris, serta beasiswa doktoral di University of Queensland, Australia. Ia dikenal sebagai figur muda progresif di kabinet Prabowo.
6. Anis Matta – Wakil Menteri Luar Negeri
Lahir di Bone, Sulawesi Selatan, Anis Matta sempat menempuh pendidikan pesantren di Darul Arqam Gombara, Makassar, pada masa SMP hingga SMA. Ia lalu melanjutkan studi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan meraih gelar sarjana syariah pada 1992.
Anis dikenal sebagai tokoh politik yang fasih berdakwah, menulis, dan memiliki pemikiran Islam modern.
7. Faisol Riza – Wakil Menteri Perindustrian
Faisol Riza, politisi asal Probolinggo, juga merupakan santri tulen. Ia menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah NU, kemudian melanjutkan ke MTs dan MA Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.
Setelah lulus dari pesantren, ia kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan meraih gelar magister administrasi dari Universitas Indonesia. Kini, ia dipercaya sebagai Wakil Menteri Perindustrian di kabinet Prabowo-Gibran.
(nnz)
Lihat Juga :