Didukung Dana Rp3 triliun, Program Riset Prioritas 2026 Diluncurkan
Rabu, 22 Oktober 2025 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kemendiktisaintek-LPDP Luncurkan Bestari Saintek, Perkuat Ekosistem Inovasi Nasional
Melalui pendekatan berbasis masalah (problem-based) dan berbasis akademik (academic-based), setiap penelitian diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, pemerintah daerah, serta sektor industri.
Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, Program Riset Prioritas 2026 difokuskan pada tiga pilar utama, yang mencakup Bina Talenta, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta Hilirisasi Riset. Ketiga pilar ini dirancang untuk membangun ekosistem riset yang terpadu, mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia peneliti, pengembangan kualitas dan relevansi penelitian serta pengabdian masyarakat, hingga pemanfaatan hasil riset melalui hilirisasi dan inovasi berbasis kebutuhan nasional.
Selain memperkuat arah tematik riset, peluncuran program ini juga menjadi momentum peningkatan kapasitas sumber daya manusia peneliti di perguruan tinggi.
Kemendiktisaintek mendorong keterlibatan mahasiswa pascasarjana dalam kegiatan penelitian untuk menumbuhkan budaya riset sejak dini dan memastikan keberlanjutan generasi peneliti unggul di masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Dirjen Risbang Fauzan menekankan bahwa riset harus menjadi budaya akademik yang berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif.
Melalui pendekatan berbasis masalah (problem-based) dan berbasis akademik (academic-based), setiap penelitian diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, pemerintah daerah, serta sektor industri.
Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, Program Riset Prioritas 2026 difokuskan pada tiga pilar utama, yang mencakup Bina Talenta, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta Hilirisasi Riset. Ketiga pilar ini dirancang untuk membangun ekosistem riset yang terpadu, mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia peneliti, pengembangan kualitas dan relevansi penelitian serta pengabdian masyarakat, hingga pemanfaatan hasil riset melalui hilirisasi dan inovasi berbasis kebutuhan nasional.
Selain memperkuat arah tematik riset, peluncuran program ini juga menjadi momentum peningkatan kapasitas sumber daya manusia peneliti di perguruan tinggi.
Kemendiktisaintek mendorong keterlibatan mahasiswa pascasarjana dalam kegiatan penelitian untuk menumbuhkan budaya riset sejak dini dan memastikan keberlanjutan generasi peneliti unggul di masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Dirjen Risbang Fauzan menekankan bahwa riset harus menjadi budaya akademik yang berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif.
Lihat Juga :