Kisah Amanda Eka Lupita, Wisudawan Termuda S2 UGM di Usia 22 Tahun
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cita-cita Jadi Notaris, Duiddo Imani Muhammad Jadi Wisudawan Termuda FH UGM 2025
Perjalanan akademik Amanda tentu tidak selalu mudah. Ia mengaku sempat merasa kewalahan saat menyusun tesis. Namun, pengalaman tersebut justru mengajarkannya tentang ketekunan, berpikir kritis, dan menghargai proses belajar. “Awalnya saya hanya ingin cepat selesai, tapi sekarang saya menikmati setiap prosesnya,” kata Amanda.
Bagi Amanda, pendidikan adalah bentuk investasi jangka panjang. Ia selalu memegang pesan keluarganya: “Jangan lihat gunung dari puncaknya, terus melangkah saja pelan-pelan.” Prinsip itu membantunya menghadapi tantangan selama penelitian.
Kecintaannya terhadap dunia riset juga membuat Amanda tetap aktif dalam berbagai proyek penelitian dosen. Ia bahkan tengah mempersiapkan manuskrip publikasi ilmiah berdasarkan hasil tesisnya yang mengangkat tema “Keberagaman Bakteri Endosimbion pada Kutu Kebul (Bemisia tabaci) di Tanaman Terinfeksi Begomovirus.”
Menurut Amanda, riset ini berangkat dari ketertarikannya pada makhluk kecil yang berdampak besar bagi ekosistem, seperti serangga dan bakteri. “Serangga tidak hidup sendiri, mereka berinteraksi dengan bakteri yang bisa menularkan virus dan beradaptasi dengan lingkungan,” jelasnya.
Perjalanan akademik Amanda tentu tidak selalu mudah. Ia mengaku sempat merasa kewalahan saat menyusun tesis. Namun, pengalaman tersebut justru mengajarkannya tentang ketekunan, berpikir kritis, dan menghargai proses belajar. “Awalnya saya hanya ingin cepat selesai, tapi sekarang saya menikmati setiap prosesnya,” kata Amanda.
Bagi Amanda, pendidikan adalah bentuk investasi jangka panjang. Ia selalu memegang pesan keluarganya: “Jangan lihat gunung dari puncaknya, terus melangkah saja pelan-pelan.” Prinsip itu membantunya menghadapi tantangan selama penelitian.
Kecintaannya terhadap dunia riset juga membuat Amanda tetap aktif dalam berbagai proyek penelitian dosen. Ia bahkan tengah mempersiapkan manuskrip publikasi ilmiah berdasarkan hasil tesisnya yang mengangkat tema “Keberagaman Bakteri Endosimbion pada Kutu Kebul (Bemisia tabaci) di Tanaman Terinfeksi Begomovirus.”
Menurut Amanda, riset ini berangkat dari ketertarikannya pada makhluk kecil yang berdampak besar bagi ekosistem, seperti serangga dan bakteri. “Serangga tidak hidup sendiri, mereka berinteraksi dengan bakteri yang bisa menularkan virus dan beradaptasi dengan lingkungan,” jelasnya.
(nnz)
Lihat Juga :