Riwayat Pendidikan Soegondo Djojopoespito, Ketua Kongres Lahirnya Sumpah Pemuda
Senin, 27 Oktober 2025 - 12:06 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jelang Peringatan Sumpah Pemuda, Hasto Ingatkan Pesan Bung Karno
Selama bersekolah di Surabaya, Soegondo tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto, tokoh pergerakan Islam dan nasionalisme yang juga dikenal sebagai “Guru Bangsa”.
Di rumah inilah, ia bertemu dengan Soekarno, yang saat itu sudah lebih tua dan banyak membaca buku-buku politik serta filsafat. Dari diskusi-diskusi yang sering mereka lakukan, Soegondo mulai tertarik pada pemikiran kebangsaan dan semangat perjuangan kemerdekaan.
Setelah menamatkan pendidikan di MULO, Soegondo melanjutkan studi ke AMS/B Afdeling (setingkat SMA jurusan ilmu pasti dan alam) di Yogyakarta pada 1921–1924. Di kota ini, ia tinggal di rumah keluarga Ki Hadjar Dewantara, pendiri Taman Siswa. Pengaruh kuat dari Ki Hadjar Dewantara membentuk karakter nasionalis dan idealisme Soegondo muda terhadap pentingnya pendidikan dan kemerdekaan bangsa.
Baca juga: Menggali Kembali Semangat dari Teks Sumpah Pemuda yang Dibacakan 28 Oktober 1928
Pada tahun 1924, setelah lulus AMS, Soegondo diterima di RHS (Rechtshoogeschool) di Batavia, sekolah tinggi hukum yang kini menjadi cikal bakal Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Selama bersekolah di Surabaya, Soegondo tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto, tokoh pergerakan Islam dan nasionalisme yang juga dikenal sebagai “Guru Bangsa”.
Di rumah inilah, ia bertemu dengan Soekarno, yang saat itu sudah lebih tua dan banyak membaca buku-buku politik serta filsafat. Dari diskusi-diskusi yang sering mereka lakukan, Soegondo mulai tertarik pada pemikiran kebangsaan dan semangat perjuangan kemerdekaan.
Setelah menamatkan pendidikan di MULO, Soegondo melanjutkan studi ke AMS/B Afdeling (setingkat SMA jurusan ilmu pasti dan alam) di Yogyakarta pada 1921–1924. Di kota ini, ia tinggal di rumah keluarga Ki Hadjar Dewantara, pendiri Taman Siswa. Pengaruh kuat dari Ki Hadjar Dewantara membentuk karakter nasionalis dan idealisme Soegondo muda terhadap pentingnya pendidikan dan kemerdekaan bangsa.
Baca juga: Menggali Kembali Semangat dari Teks Sumpah Pemuda yang Dibacakan 28 Oktober 1928
Pada tahun 1924, setelah lulus AMS, Soegondo diterima di RHS (Rechtshoogeschool) di Batavia, sekolah tinggi hukum yang kini menjadi cikal bakal Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Lihat Juga :