Kisah Felicia, Lulusan S2 UGM Tercepat dan Keinginannya Menjadi Dosen
Rabu, 29 Oktober 2025 - 10:41 WIB
loading...
A
A
A
Selain fokus menyelesaikan tesis, Felicia tetap aktif mengikuti berbagai macam kegiatan akademik di kampus. Ia aktif terlibat menjadi panitia dalam kegiatan ilmiah hingga beberapa kali menjadi presenter dalam seminar dan konferensi di fakultasnya. Meskipun memiliki jadwal yang padat, ia berusaha mengatur waktu dengan sangat disiplin dengan membatasi kegiatan dalam organisasi mahasiswa agar tetap bisa fokus pada studinya.
Ia menilai, kunci utama keberhasilannya dengan konsistensi dan membuat rutinitas harian. Dengan meluangkan waktu setidaknya setiap hari untuk mengerjakan tugas akhir. “Minimal tiap hari harus dipegang. Mau sedikit atau beberapa kalimat, kalau tiap hari dikerjakan pasti selesai,” jelasnya.
Menurutnya, keluarga sangat mendukung langkahnya untuk menjadi dosen karena sejak SMA ia sudah menunjukkan minat dan kemampuan dalam mengajar, khususnya dalam bidang matematika.
Ketertarikannya dimulai dari pengamatan terhadap metode pengajaran guru di sekolahnya terdahulu yang menurutnya kurang jelas, khususnya pada bidang matematika yang seringkali dianggap sulit oleh banyak siswa.
“Mulai SMA sudah suka ngajar teman-teman SMP, orang tua juga sudah melihat bakat dan potensi saya menjadi pengajar. Jadi menurut orang tua saya aman kalau misalnya mau lanjut jadi dosen,” ungkapnya.
Felicia berpesan kepada mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir agar tetap semangat dan tidak mudah menyerah. Menurutnya, setiap mahasiswa UGM memiliki nilai dan potensi dalam dirinya, namun potensi itu hanya akan terlihat jika terus diasah dengan kerja keras dan konsistensi. Ia juga mengingatkan bahwa pentingnya berdiskusi secara rutin dengan dosen pembimbing maupun teman-teman yang suportif untuk mendapatkan ide baru.
Ia menilai, kunci utama keberhasilannya dengan konsistensi dan membuat rutinitas harian. Dengan meluangkan waktu setidaknya setiap hari untuk mengerjakan tugas akhir. “Minimal tiap hari harus dipegang. Mau sedikit atau beberapa kalimat, kalau tiap hari dikerjakan pasti selesai,” jelasnya.
Menurutnya, keluarga sangat mendukung langkahnya untuk menjadi dosen karena sejak SMA ia sudah menunjukkan minat dan kemampuan dalam mengajar, khususnya dalam bidang matematika.
Ketertarikannya dimulai dari pengamatan terhadap metode pengajaran guru di sekolahnya terdahulu yang menurutnya kurang jelas, khususnya pada bidang matematika yang seringkali dianggap sulit oleh banyak siswa.
“Mulai SMA sudah suka ngajar teman-teman SMP, orang tua juga sudah melihat bakat dan potensi saya menjadi pengajar. Jadi menurut orang tua saya aman kalau misalnya mau lanjut jadi dosen,” ungkapnya.
Felicia berpesan kepada mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir agar tetap semangat dan tidak mudah menyerah. Menurutnya, setiap mahasiswa UGM memiliki nilai dan potensi dalam dirinya, namun potensi itu hanya akan terlihat jika terus diasah dengan kerja keras dan konsistensi. Ia juga mengingatkan bahwa pentingnya berdiskusi secara rutin dengan dosen pembimbing maupun teman-teman yang suportif untuk mendapatkan ide baru.
(nnz)
Lihat Juga :